alexametrics

Korban Sipil di Afghanistan Tetap Jatuh

Afghanistan Masih Sulit Berdamai
11 Juli 2019, 13:07:36 WIB

JawaPos.com – Hanya di Afghanistan, pembicaraan damai dan perang berjalan beriringan. Senin menjelang tengah malam (8/7), Taliban dan tokoh-tokoh Afghanistan mengeluarkan pernyataan bersama tentang rencana perdamaian di Doha, Qatar. Termasuk mengurangi korban jiwa dari penduduk sipil hingga nol. Namun, dalam hitungan jam, bom dijatuhkan seperti hujan di Desa Kotuk Khiel, Baghlan, Afghanistan.

Belasan orang tewas dan puluhan luka dalam serangan Selasa (9/7) pagi itu. Di antaranya adalah istri Ismael dan enam anaknya. “Rumah Ismael kena serangan udara, istri dan anak-anaknya meninggal di lokasi,” ujar Hikmat, salah seorang tetangga. Ismael hanya menderita luka ringan dan dilarikan ke rumah sakit.

Penduduk tak terima. Mereka berjalan kaki lewat jalan tol menuju Pul-e-Kumri. Di ibu kota Provinsi Baghlan itu, mereka ingin menentang serangan yang diarahkan ke warga sipil.

Penduduk membawa serta jasad anak-anak Ismael dengan cara dibopong. Mereka meneriakkan seruan anti pemerintah dan tentara asing. Pasukan Pertahanan Nasional Afghanistan memblokade jalan sehingga massa tak bisa sampai di Pul-e-Kumri.

Di hari yang sama serangan udara juga terjadi di rumah sakit di Distrik Jirga, Maidan Wardak. Dua dokter dan dua pasien meninggal.

Pasukan keamanan juga menangkap seorang dokter yang bekerja di rumah sakit area Tangi Syedan, Distrik Daimirdad. Mereka tidak memberikan penjelasan mengapa dokter yang bekerja di rumah sakit yang didanai Swedish Committee of Afghanistan itu ditangkap.

“Rumah sakit, sekolah, dan rumah menjadi target dalam perang di sini,” ujar Ketua Dewan Maidan Wardak Haji Akhter Mohammad seperti dikutip Al Jazeera.

Kementerian Pertahanan Afghanistan menyatakan bahwa serangan itu dilakukan untuk menghancurkan musuh. Saat ini mereka masih menyelidiki mengapa bom bisa salah sasaran dan jatuh ke rumah salah satu penduduk.

Taliban maupun pemerintah Afghanistan sama-sama sering menjadikan penduduk sipil sebagai sasaran. Dari Januari-Maret tahun ini, serangan udara pemerintah Afghanistan dan pasukan internasional telah mengakibatkan 145 orang tewas. Separonya adalah perempuan dan anak-anak.

Sementara itu, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani kemarin (10/7) menyerukan agar Taliban mau bernegosiasi. Selama ini Taliban memang masih menolak untuk membahas perdamaian secara langsung dengan pemerintah. Mereka beranggapan bahwa Ghani hanyalah boneka AS.

Editor : Edy Pramana

Reporter : sha/c10/dos



Close Ads