JawaPos Radar

Meditasi, Kunci Anak-anak yang Terjebak dalam Gua Bisa Bertahan

11/07/2018, 17:05 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Meditasi, Kunci Anak-anak yang Terjebak dalam Gua Bisa Bertahan
Anak-anak tim sepakbola muda Thailand akhirnya bisa keluar dengan selamat (Facebook Royal Thai Navy)
Share this

JawaPos.com - Sebanyak 12 anak anggota tim sepak bola muda Thailand dan pelatihnya yang terjebak di Gua Tham Luang, Thailand, akhirnya berhasil dievakuasi. Di balik evakuasi mereka yang menyita perhatian, siapakah pelatih ke-12 anak tersebut yang bisa membuat para anak tenang selama terdampar di dalam gua yang gelap dan dalam keadaan lapar?

Dia adalah asisten pelatih sepak bola dari tim Wild Boars bernama Ekapol Chantawong. Nama panggilannya Ake, diketahui berumur 25 tahun.

Ake lahir di Myanmar dan menjadi yatim piatu sejak usia 10 tahun. Ia dibesarkan oleh saudaranya hingga usia 12 tahun, lalu ia dikirim ke biara. Di Biara, ia diajarkan untuk menjadi seorang biksu. Namun, ia harus meninggalkan biara itu untuk merawat neneknya di Mae Sai.

Meditasi, Kunci Anak-anak yang Terjebak dalam Gua Bisa Bertahan
Anak-anak tim sepakbola muda Thailand akhirnya bisa keluar dengan selamat (Infografis: Kokoh Praba Wardani/JawaPos.com)

Sambil merawat neneknya, Ake melatih tim sepak bola Moo Pa bersama dengan sang pelatih yaitu Nopparat Khanthavon. Di Moo Pa ia bertemu dengan ke-12 anak yang kebanyakan dari keluarga miskin.

Bersama tim itu ia tak hanya mengajarkan cara bermain sepak bola, tapi juga memotivasi anak-anak untuk menjadi juara di sekolah. Bila mereka dapat nilai bagus, kedua pelatih tersebut akan memberikan perlengkapan sepak bola yang baru.

Menurut laporan berita lokal, Ake mengajarkan teknik-teknik meditasi kepada para anak-anak selama di dalam gua. Inilah yang membuat anak-anak bisa bertahan.

Ake juga sempat menuliskan surat, meminta maaf kepada para orang tua karena membawa anak-anak itu ke dalam gua. Tetapi para orang tua menjawab bahwa dia tak boleh menyalahkan diri sendiri.

"Aku berjanji akan mengurus anak-anak sebaik mungkin," tulis Ake dilansir BBC, Rabu (11/7). Ia juga menjadi yang paling lemah karena ia lebih mendahulukan anak-anak untuk memakan makanan yang mereka bawa. Ia juga menulis surat untuk bibi dan neneknya, memberi tahu bahwa mereka baik-baik saja.

"Jangan terlalu khawatir tentang aku. Jagalah kesehatanmu dengan baik. Tolong siapkan jus sayuran dan kulit babi untukku. Aku akan memakannya ketika aku keluar dari sini," tambahnya.

(ce1/iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up