alexametrics

Turki Minta Tiongkok Tutup Kamp Konsentrasi Muslim Uighur

11 Februari 2019, 11:42:49 WIB

JawaPos.com – Turki mengutuk perlakuan Tiongkok terhadap etnis Muslim Uighur. Mereka mengatakan, ini memalukan bagi umat manusia. Turki juga memintanya untuk menutup kamp konsentrasi.

Dilansir dari Al Jazeera pada Sabtu (9/2), J uru Bicara Kementerian Luar Negeri Turki Hami Aksoy mengatakan, Tiongkok secara sewenang-wenang menahan lebih dari satu juta warga Uighur. Dia mengatakan, populasi Muslim Turki menghadapi tekanan dan asimilasi sistematis di Tiongkok Barat.

turki, erdogan, xinjiang, tiongkok, uighur,
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pernah menuduh Tiongkok lakukan genosida. Namun mereka juga menjalin hubungan diplomatik dan ekonomi yang lebih dekat dengan Beijing (Reuters)

“Bukan rahasia, lebih dari satu juta orang Turki Uighur yang ditangkap menjadi sasaran penyiksaan dan pencucian otak politik di pusat-pusat konsentrasi dan penjara,” kata Aksoy.

“Kami mengundang pihak berwenang Tiongkok untuk menghormati hak asasi manusia fundamental Turki Uighur dan menutup kamp konsentrasi,” katanya.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pernah menuduh Tiongkok lakukan genosida. Namun mereka juga menjalin hubungan diplomatik dan ekonomi yang lebih dekat dengan Beijing.

Wilayah Xinjiang Tiongkok adalah rumah bagi sekitar 10 juta warga Uighur. Kelompok Muslim Turki, yang berjumlah sekitar 45 persen dari populasi Xinjiang, telah lama menuduh Pemerintah Tiongkok melakukan diskriminasi budaya, agama dan ekonomi.

Kedutaan Besar Tiongkok di Ankara menanggapi pernyataan Aksoy. Mereka mengatakan, tuduhan itu salah dan mendesak pemerintah untuk mencabutnya.

“Tuduhan bahwa Pemerintah Tiongkok berusaha untuk menghilangkan identitas etnis, agama dan budaya Uighur dan Muslim lainnya sama sekali tidak berdasar,” katanya.

Direktur Eksekutif Kelompok Human Rights Watch Kenneth Roth yang bermarkas di AS, memuji langkah Turki di Twitter. “Ini adalah masalah besar. Turki adalah negara dengan mayoritas Muslim pertama yang mengkritik Tiongkok secara langsung karena perlakuannya yang mengerikan terhadap Muslim Uighur, dan salah satu negara mayoritas Muslim paling kuat pada saat itu,” katanya di Twitter pada Minggu (10/2).

“Sekarang adalah waktu bagi pemerintah lain untuk bergabung dengan Turki,” tambahnya.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Dinda Lisna, Verryana Novita Ningrum



Close Ads
Turki Minta Tiongkok Tutup Kamp Konsentrasi Muslim Uighur