JawaPos Radar | Iklan Jitu

PM Selandia Baru Minta Maaf atas Kematian Backpacker Inggris

10 Desember 2018, 12:14:21 WIB
backpacker dibunuh, selandia baru, inggris,
Millane menghilang pada tanggal 1 Desember 2018, pada malam ulang tahunnya yang ke 22. Ia ditemukan telah tewas (Shutterstock)
Share this

JawaPos.com - Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern mengucapkan permintaan maaf kepada keluarga backpacker Inggris Grace Millane yang dibunuh. Seorang pria dituduh membunuh pelancong muda tersebut, dan ia terlihat di pengadilan untuk pertama kalinya.

Suaranya pecah menahan air mata dan emosi. Ardern mengatakan, ia sangat malu atas kejadian ini. Kejadian yang menimpa Millane yang mayatnya ditemukan di Taman di Luar Auckland pada Minggu (9/12).

"Ada rasa sakit dan malu yang luar biasa, insiden ini telah terjadi di negara kami, tempat yang membanggakan keramahan kami," katanya dilansir dari Channel News Asia pada Senin (10/12).

backpacker dibunuh, selandia baru, inggris,
Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern mengucapkan permintaan maaf kepada keluarga backpacker Inggris Grace Millane yang dibunuh (BBC)

"Jadi atas nama Selandia Baru, saya ingin meminta maaf kepada keluarga Grace, putrimu seharusnya aman di sini, dan aku minta maaf untuk itu," ujar Ardern saat konferensi pers.

Millane menghilang pada tanggal 1 Desember 2018, pada malam ulang tahunnya yang ke 22. Ia ditemukan telah tewas. Kematiannya telah mengejutkan Selandia Baru, yang biasanya dianggap sebagai tempat yang aman untuk melakukan perjalanan dan rata-rata kurang dari 50 pembunuhan per tahun dalam populasi 4,8 juta penduduk.

Seorang pria 26 tahun, yang tidak dapat disebutkan namanya karena alasan hukum, menghadapi Pengadilan Negeri Auckland. Mengenakan pakaian penjara berwarna biru, dia tidak diminta untuk mengajukan pembelaan dan ditahan dalam tahanan sampai 23 Januari.

Millane sedang berlibur selama setahun setelah lulus dari universitas dan telah berada di Selandia Baru selama dua minggu setelah berkeliling Amerika Selatan selama lebih dari sebulan. Ini adalah perjalanan solo pertamanya di luar negeri dan keluarganya mulai khawatir ketika dia tidak melakukan kebiasaannya untuk tetap berkomunikasi setiap hari.

Polisi sebelumnya mengatakan, dia terakhir terlihat memasuki sebuah hotel dalam kota di Auckland dengan seorang pria. Ayahnya, David, terbang ke Selandia Baru setelah dia hilang.

Editor           : Dyah Ratna Meta Novia
Reporter      : (iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up