alexametrics

PM Malaysia Mahathir Mohamad Ogah Meratifikasi ICERD

10 Desember 2018, 16:52:21 WIB

JawaPos.com – Komisi Hak Asasi Manusia Malaysia (Suhakam) mengatakan, jika Malaysia meratifikasi International Convention on the Elimination of All Forms of Racial Discrimination (ICERD) atau Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial, hal ini tidak akan menentang cara hidup orang Malaysia sehari-hari.

ICERD adalah Konvensi PBB yang mengutuk diskriminasi dan menyerukan kepada negara-negara untuk menerapkan kebijakan penghapusan diskriminasi rasial dalam semua bentuknya.

Berbicara kepada para wartawan setelah unjuk rasa di Petaling Jaya, para pemimpin Suhakam mengatakan komisi akan terus memberikan saran kepada pemerintah tentang kebijakan dan memperjuangkan Malaysia yang tidak mendiskriminasi warga berdasarkan ras dan agama.

“Jika Anda memeriksa ketentuan ICERD dan jika Anda memeriksa ketentuan konstitusi, kami percaya itu tidak menentang cara hidup dan politik kita,” kata Komisaris Suhakam, Jerald Joseph. “Kami akan terus melakikan percakapan dan dialog dengan (pemerintah).”

Sebelumnya pada bulan September, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan kepada Majelis Umum PBB bahwa Malaysia akan meratifikasi keenam konvensi hak asasi manusia yang belum diadopsi, termasuk tindakan melawan diskriminasi rasial.

Kemudian pada bulan November, Pemerintah Malaysia membatalkan keputusannya dan memilih untuk tidak meratifikasi ICERD karena akan membutuhkan dua pertiga mayoritas di parlemen untuk mengamendemen Konstitusi Federal.

Hal itu pun tidak menghentikan puluhan ribu orang berkumpul untuk demonstrasi besar di Dataran Merdeka pada hari Sabtu (8/12). Para demonstran, yang kebanyakan adalah pendukung UMNO dan PAS, khawatir bahwa penerapan ICERD akan merusak beberapa keistimewaan yang diabadikan dalam Konstitusi Federal dan melemahkan hak-hak istimewa bagi mayoritas Melayu-Muslim.

Namun Ketua Suhakam Razali Ismail mengatakan, pemerintah harus mengeluarkan orang-orang itu. “Agama selalu berada di sisi hak asasi manusia. Jika tidak ada agama, tidak ada perlindungan martabat manusia,” kata mantan ketua Majelis Umum PBB itu.

“Di sini (di Malaysia), beberapa (orang) percaya bahwa agama harus dilindungi, dan ada yang namanya agama murni,” kata Razali.

“Karena itu kita tidak bisa membiarkan ini. Kita harus membawa orang keluar dari itu, kalau tidak, bagaimana Anda akan bersaing dengan seluruh dunia?”

Sekitar 500 orang menghadiri demonstrasi Suhakam di Petaling Jaya pada hari Minggu. Jumlah ini jauh lebih sedikit daripada puluhan ribu peserta di Dataran Merdeka pada hari Sabtu.

Mahathir dijadwalkan untuk menghadiri unjuk rasa Suhakam, tetapi dalam konferensi pers pada hari Sabtu, ia menjauhkan diri dari acara tersebut, menjelaskan bahwa pemerintah Pakatan Harapan yang ia pimpin memiliki pendirian yang berbeda dari Suhakam tentang ICERD.

“Saya telah memutuskan bahwa kami tidak akan menerima ICERD. Suhakam ingin menerima ICERD. Jadi bagaimana saya bisa pergi?”, kata Mahathir.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : (iml/JPC)



Close Ads
PM Malaysia Mahathir Mohamad Ogah Meratifikasi ICERD