alexametrics

Kapal Malaysia Hampir Dirampok Terduga Kelompok Abu Sayyaf

10 Desember 2018, 14:06:13 WIB

JawaPos.com – Kapal Magtrans 2 berbendera Malaysia yang diketahui membawa 13 orang Anak Buah Kapal (ABK) nyaris dirampok terduga kelompok Abu Sayyaf. Insiden itu terjadi Rabu (5/12)  lalu saat kapal sedang dalam perjalanan dari Bintulu Sarawak menuju Papua Nugini.

Seorang kapten menjadi target penembakan kelompok perampok tersebut. Kapten yang berinisial DD tersebut tertembak di bagian lutut. Beruntung ia masih bisa selamat dari insiden tersebut berkat usaha ABK-nya yang menembakkan pistol suar dan membuat kelompok perampok tersebut bubar dan melarikan diri.

Itu diungkapkan Kepala Perwakilan Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau, Sulistijo Djati Ismojo kepada media ketika merilis insiden tersebut. Pihaknya baru bisa merilis informasi kejadian itu setelah memeroleh informasi dari kepolisian di Lahad Datu.

kapal dirampok, kapal, abu sayyaf,
Abu Sayyaf sering melakukan penculikan dan perampokan (Picture-Alliance)

“Tentunya kami menyampaikan keprihatinan terhadap kejadian tersebut. Seharusnya ini menjadi pelajaran untuk kita ke depannya,” ungkap Sulistijo seperti dilansir Prokal.co (Jawa Pos grup).

Ia pun menyimpulkan bahwa perairan Sabah tentu masih rawan. KRI Tawau mengimbau kepada sejumlah WNI khususnya ABK untuk berhati-hati ketika melaut. Selalu pastikan peralatan komunikasi di kapal lengkap dan ada jaminan pengamanan dari aparat keamanan di Malaysia.

Melihat keadaan itu, KRI Tawau langsung melakukan langkah preventif dengan melakukan sosialisasi kepada WNI ABK di Tawau, Semporna dan Kunak. Selain itu, tim KRI Tawau juga menugaskan Satgas KRI Tawau untuk menemui korban di Rumah Sakit Lahad Datu untuk memperoleh informasi lengkap tentang kejadian serta keberadaan keluarga korban.

Tim juga menyempatkan lakukan kunjungan ke Kapal Magtrans 2 di Lahad Datu untuk menemui rekan-rekan korban.

Sulistijo berharap, Kepolisian Malaysia di Lahad Datu, segera mengungkap pelaku. Ia bahkan sempat menemui Chief Minister Sabah Jumat (7/12) dan menyampaikan harapan agar Pemerintah Sabah dapat meningkatkan keamanan di perairan Timur Sabah.

“Ya, ini menjadi pekerjaan rumah semua pihak baik kami juga pihak keamanan Malaysia. Semoga ke depannya keamanan lebih kuat dan tentunya pelaku bisa cepat ditangkap,” harap Sulistijo.

Ia pun sedikit mendetailkan kronologis kejadian. Kapal dengan nama Magtrans 2 tersebut awalnya akan berlayar dari Bintulu Sarawak menuju Papua Nugini, Rabu (5/12). Dari pantauan ABK, memang kelompok tersebut sudah terlihat dari kejauhan menggunakan speedboat hendak mendekati kapal.

Awal kapal pun langsung melakukan penyelamatan awal dengan mengunci sejumlah pintu kapal dan bersembunyi di dalam kapal. Sekira pukul 19.30 WITA, tiba-tiba mereka mendapat tembakan dari kelompok perampok tersebut. Saat itulah kapten kapal tertembak.

Pada saat itu juga ABK langsung menembakkan pistol suar yang membuahkan hasil bubarnya sekelompok perampok tersebut. Sekelompok perampok langsung melarikan diri dengan melajukan speedboatnya.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : (met/JPC)


Close Ads
Kapal Malaysia Hampir Dirampok Terduga Kelompok Abu Sayyaf