alexametrics

Cile Sebut Migrasi Bukan Hak Asasi Manusia

10 Desember 2018, 12:42:34 WIB

JawaPos.com – Cile membuat keputusan kontroversial setelah pihaknya menarik diri dari Pakta Migrasi PBB. Keputusan ini memancing kemarahan partai-partai oposisi yang menuduh pemerintahan Sebastian Pinera melakukan perilaku memalukan dan otoriter.

Salah satu pejabat Kementerian Dalam Negeri Cile, Rodrigo Ubilla mengatakan, Cile tidak akan menghadiri Pakta Migrasi PBB awal minggu depan di Kota Marrakesh, Maroko.

“Posisi kami jelas,” katanya dilansir dari Reuters pada Senin (10/12). “Kami menilai migrasi bukanlah hak asasi manusia. Negara memiliki hak untuk menentukan persyaratan masuk bagi warga negara asing,” tambahnya.

cile, migrasi, migran, ham,
Pemerintah Cile menilai migrasi bukanlah hak asasi manusia. Negara memiliki hak untuk menentukan persyaratan masuk bagi warga negara asing (CNN)

Kementerian Luar Negeri Cile  tidak segera menanggapi permintaan untuk mengonfirmasi kebijakan tersebut.

Pakta Migrasi membahas isu-isu seperti bagaimana melindungi orang-orang yang bermigrasi, mengintegrasikan mereka ke negara-negara baru atau mengembalikan mereka ke negara asal mereka.

Pakta ini tidak mengikat tetapi telah menghadapi perlawanan sengit dari sejumlah negara termasuk Amerika Serikat, Austria, Hongaria, dan Polandia. Mereka menilai Pakta Migrasi malah mendorong orang-orang menjadi migran.

Penolakan Cile  untuk menandatangani Pakta Migrasi mencerminkan sikap kerasnya terhadap migran yang populasinya telah meningkat lima kali lipat dalam 30 tahun di tengah masuknya migran dari Venezuela, Haiti, Republik Dominika dan Kolombia, di antara negara-negara Latin lainnya.

Presiden Komisi Urusan Luar Negeri untuk Senat Cile, Ricardo Lagos Weber memanggil Menteri Luar Negeri Chile Roberto Ampuero untuk menjelaskan keputusan itu.

“Ini bukan cara yang bagus,” katanya. “Saya mengerti bahwa kebijakan luar negeri dipimpin oleh Presiden tetapi kita setidaknya bisa mendiskusikannya.”

Amnesty International mengatakan keputusan ini mengkhawatirkan. “Cile adalah bagian aktif dari negosiasi pakta ini dan dianggap sebagai salah satu negara bagian yang menyukai pelaksanaannya,” kata Direktur Eksekutif Amnesty Chile Ana Piquerdi.

“Keputusan pada menit-menit terakhir untuk tidak berpartisipasi dalam KTT Maroko tampaknya merupakan langkah mundur dari janji untuk memberikan hak kepada para migran.”

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : (iml/JPC)



Close Ads
Cile Sebut Migrasi Bukan Hak Asasi Manusia