alexametrics

5 Fakta yang Membuktikan Arab Saudi Semakin Modern dan Terbuka

10 Oktober 2019, 09:48:27 WIB

JawaPos.com – Arab Saudi melakukan reformasi dunia pariwisata untuk menggenjot jumlah turis asing. Banyak hal yang sudah dilakukan khususnya diperuntukkan bagi turis asing agar mau mampir dan berlama-lama di Arab Saudi.

Pada 25 April 2016, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman mengusung konsep Visi Saudi 2030. Salah satunya adalah dengan mulai mengandalkan sektor pariwisata lewat reformasi dalam hal sejumlah aturan.

Catatan JawaPos.com, setidaknya ada lima aturan yang sudah tidak ketat bagi turis asing dan bagi warga negara Arab Saudi sendiri. Apa saja? Berikut penjabarannya.

1. Kelab Malam Halal
Arab Saudi kini semakin terbuka untuk mengizinkan berbagai tempat hiburan membuka bisnisnya. Arab Saudi mulai Juni 2019 memiliki kelab malam pertama di negara tujuan ibadah Haji tersebut. Debut kelab malam perdana itu diklaim halal.

Arabian Business melaporkan kelab malam di Jeddah akan menyambut tamu agar tetap berpakaian sopan dan kasual. Selain itu tetap mempertahankan batas usia 18 tahun ke atas yang diizinkan mengunjungi kelab malam.

2. Bioskop Komersial
Sebelumnya Arab Saudi juga sudah membuka bioskop komersial perdana pada 2018 lalu sekaligus mencabut larangan selama 35 tahun. Arab Saudi kembali memiliki bioskop untuk pertama kalinya mulai 18 April 2018. Kerajaan Arab Saudi pernah memiliki sejumlah bioskop, namun para ulama telah memaksa pemerintah untuk menutup operasional tempat hiburan tersebut.

3. Aturan Memakai Abaya
Otoritas Arab Saudi juga mengumumkan bahwa perempuan asing tidak lagi diharuskan memakai abaya, meski mereka harus mengenakan pakaian sederhana. Kerajaan juga merestrukturisasi sistem visa untuk peziarah yang bepergian ke kerajaan untuk haji dan umrah.

Perempuan asing tidak diwajibkan memakai abaya atau jubah yang harus dipakai perempuan Arab Saudi di tempat umum. Tetapi para turis tetap harus memakai pakaian yang sopan. Juga tidak akan ada batasan bagi perempuan yang mengunjungi Arab Saudi tanpa pendamping.

Perempuan Arab Saudi diizinkan menyetir sendiri (voanews.com)

4. Perempuan Diizinkan Menyetir
Selain itu, Arab Saudi juga mencabut larangan perempuan menyetir dan justru mengizinkan kaum perempuan pemegang SIM untuk boleh mengemudi sejak 2018. Dalam laman New York Times, pada Maret 2019, sedikitnya ada 70 ribu perempuan Arab Saudi mengajukan pembuatan SIM. Dan, ada 7 sekolah menyetir untuk perempuan yang mulai dibuka.

5. Perempuan Diizinkan Menonton Sepak Bola
Pemerintah Arab Saudi mengizinkan kaum hawa untuk menyaksikan secara langsung pertandingan sepak bola di dalam stadion pada 12 Januari 2018. King Fadh International Stadium di Kota Riyadh menjadi saksi sebuah momentum penting, yakni dibolehkannya wanita menonton pertandingan olahraga secara langsung.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads