JawaPos Radar | Iklan Jitu

Korsel Kucurkan USD 500 Ribu untuk Korban Gempa Lombok

10 Agustus 2018, 11:53:19 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
gempa lombok\
Dana bantuan untuk korban gempa Lombok hingga kini masih terus mengalir dari negara tetangga (Aulia Ahmad/AFP)
Share this

JawaPos.com - Dana bantuan untuk korban gempa Lombok hingga kini masih terus mengalir dari negara tetangga. Usai Tiongkok, kini Korea Selatan (Korsel) yang mengucurkan dana bantuan lewat Palang Merah Indonesia (PMI).

Sejauh ini bahkan Korsel menjadi pemberi dana bantuan terbesar yang diterima PMI. Duta Besar Korsel untuk Indonesia, Kim Chang Beom, mewakili Korsel untuk memberikan total dana bantuan sebesar USD 500 ribu untuk Lombok yang sudah hampir sepekan ini terus terguncang gempa.

Kim mengatakan, ia berharap Indonesia bisa segera melewati bencana besar yang sedang dihadapi saat ini. "Semoga lombok kembali pulih dan dapat beraktivitas dengan baik."

gempa lombok
Korban gempa Lombok membutuhkan bantuan (Imel/Jawapos)

Ia juga berharap bisa membantu rehabilitasi terhadap daerah yang terkena gempa. "Indonesia adalah sahabat," ungkap Kim saat ditemui di Markas Pusat PMI pada Jumat, (10/8).

Bantuan yang diberikan Korsel kepada PMI tidak akan mencampuri urusan pemerintah. PMI akan berfokus pada bantuan-bantuan lainnya yang diperlukan warga.

"Fokus PMI akan berada di pemasokkan air, kebutuhan komunitas, dan sarana MCK," kata Ketua Pelaksana Harian Ketua PMI Ginanjar Kartasasmita.

Seluruh dana yang diterima PMI, terang Ginanjar, selalu digunakan secara transparan. Baik terhadap masyarakat sebagai penerima bantuan dan para pemberi bantuan.

Di Lombok sendiri, menurut Kim, terdapat total 80 warga negara Korsel yang berada di Pulau Gili, namun telah berhasil dievakuasi. Sebanyak 40 di antaranya menetap dan memiliki keluarga di Lombok.

Diberikannya dana sebesar USD 500 ribu, tentunya terkait hubungan dekatnya Korsel dan Indonesia sebagai negara tetangga. Selain itu, PMI dan Palang Merah Korea memiliki hubungan yang erat.

"Kami sedang bekerja sama membangun pabrik kantor darah yang berlokasi di Bekasi. Karena kita selalu mengimpor kantong darah sebanyak 4 juta kantong. Bagaimana nanti jika terjadi bencana darurat sementara pasokan darah tidak siap," ungkap Ginanjar.

(ce1/trz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up