alexametrics

Program Bayi Tabung Salah Embrio

10 Juli 2019, 15:39:22 WIB

JawaPos.com – Pasangan berinisial AP dan YZ tinggal di Amerika. Mereka beretnis Asia. Karena merindukan anak, mereka ikut program bayi tabung. Namun, yang dilahirkan ternyata bukan buah hati mereka.

Kabar tersebut terkuak berdasar gugatan kepada klinik bayi tabung CHA Fertility, Los Angeles, di Pengadilan Distrik Timur New York pekan lalu. Menurut gugatan, pasangan yang menikah pada 2012 itu ikut program in vitro fertilization (IVF) alias bayi tabung pada 2018.

Setelah satu kali gagal, sang istri akhirnya berhasil melahirkan bayi kembar Maret lalu. Namun, bayi itu bukan bayi Asia. “Mereka sampai terpaksa menyerahkan hak asuh kedua bayi karena tak punya hubungan genetik. Mereka sudah menderita luka emosional yang tak akan bisa disembuhkan,” bunyi pernyataan resmi dari gugatan itu menurut New York Times.

Sebenarnya, kecurigaan pasangan dari Distrik Queens tersebut muncul sejak bayi kembar masih berada dalam kandungan. Saat diintip melalui ultrasonografi (USG), yang muncul adalah dua janin laki-laki. Padahal, pihak klinik awalnya melaporkan bahwa mereka menggunakan benih bayi perempuan.

Apalagi, dokter di klinik mengatakan bahwa mereka hanya menghasilkan satu embrio laki-laki di antara lima embrio yang sudah dibekukan. “Mereka hanya bilang bahwa sonogram itu tidak akurat,” ungkap sang pasangan dalam laporan tertulis.

Saat ini pasangan itu pun menuntut kedua pemilik klinik, yakni Joshua Berger dan Simon Hong, dengan dasar malapraktik dan 14 tuntutan lain. Mereka meminta kompensasi atas penderitaan mental dan modal yang habis selama proses bayi tabung. Menurut BBC, suami istri tersebut menghabiskan total USD 100 ribu (Rp 1,4 miliar).

Editor : Edy Pramana

Reporter : bil/c11/dos