alexametrics

Donald Trump Sambut Hangat Emir Qatar di Tengah Ketegangan dengan Iran

10 Juli 2019, 23:17:48 WIB

JawaPos.com – Ketegangan antara Amerika Serikat dengan Iran masih tinggi. Namun, bukan berarti hubungan AS dengan negara Timur Tengah lain berdampak. Faktanya, AS dan Qatar tetap mesra. Hal itu terwujud saat Presiden AS, Donald Trump, menyambut hangat Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, di Gedung Putih dalam kunjungan ke AS pada Selasa (9/7) waktu setempat.

Trump menyebut Qatar sebagai teman karena salah satu negara Teluk itu menjalin hubungan perdagangan dan pertahanan senilai miliaran dolar dengan AS. Qatar sendiri saat ini masih diblokade oleh negara-negara Teluk lainnya. Menariknya, kunjungan Sheikh Tamim juga di tengah ketegangan AS dengan Iran masih tinggi.

Trump bergandengan tangan dengan Sheikh Tamim saat menyambutnya di Gedung Putih. “Merupakan kehormatan besar bisa bekerja sama dengan seorang teman,” ungkap Trump seperti dilansir Aljazeera.

“Mereka (Qatar) berinvestasi sangat banyak di negara kami (AS). Mereka menciptakan banyak pekerjaan. Mereka membeli peralatan militer dalam jumlah yang luar biasa, termasuk pesawat,” imbuh Trump.

Seperti diketahui, lima perjanjian komersial telah ditandatangani antara AS dengan Qatar. Qatar Airways membeli lima pesawat Boeing 777 dan pesawat kabin besar dari Gulfstream Aerospace. Selain itu, berencana menggunakan mesin jet dari General Electric Co untuk menjalankan pesawat Boeing.

Gedung Putih juga mengatakan Kementerian Pertahanan Qatar akan membeli sistem pertahanan rudal dari Raytheon. Selain itu, Chevron Phillips Chemical dan Qatar Petroleum telah sepakat untuk bersama-sama mengembangkan pabrik petrokimia senilai USD 8 miliar di Pantai Teluk AS.

Sebelumnya, pada jamuan makan malam dengan delegasi Qatar, Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin memuji Emir Qatar atas bantuannya dalam mengacaukan sistem pendanaan bagi para teroris.

Hubungan baik antara AS dan Qatar semakin menguatkan adanya lampu hijau dibukanya blokade dari Negara Teluk lain untuk Qatar. Maklum saja, Negara Teluk lain merupakan sekutu dari AS. Seperti diketahui, sekutu AS yakni Bahrain, Mesir, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA), memberlakukan blokade darat, laut, dan udara di Qatar sejak Juni 2017. Mereka mengklaim Qatar mendukung kelompok-kelompok ekstremis di wilayah tersebut. Hanya saja, Qatar membantah keras tuduhan tersebut.

Kunjungan Sheikh Tamim ke AS jelas memiliki tujuan agar Qatar bisa lepas dari blokade negara-negara Teluk lain yang kebetulan menjadi sekutu AS. Selain itu, kunjungan Sheikh Tamim bertepatan dengan Trump yang menghadapi situasi rumit di Timur Tengah terkait hubungan dengan Iran.

Bisa jadi, kunjungan itu akan melahirkan simbiosis mutualisme. Blokade terhadap Qatar dibuka, sementara hubungan AS dengan Iran melunak. Tapi, hal itu sepertinya masih akan lama. Karena, hingga saat ini belum ada tanda-tanda ke arah sana. Hanya saja, harapan selalu dimunculkan untuk menciptakan perdamaian di dunia.

“Kami memiliki banyak investasi di AS. Kami mempercayai ekonomi di AS sangat maju. Kami melakukan banyak hal pada infrastruktur dan kami berencana untuk melakukan lebih banyak investasi lagi,” ungkap Sheikh Tamim.

Qatar sendiri memulihkan kembali hubungan diplomatik secara penuh ke Iran di tengah perselisihan. Majed al-Ansari, seorang profesor di Universitas Qatar, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa AS ingin terus mendorong resolusi untuk sengketa Teluk tanpa eskalasi lebih lanjut di wilayah tersebut.

Editor : Edy Pramana