alexametrics

Makin Berkuasa, Erdogan Tunjuk Menantunya Jadi Menteri Keuangan

10 Juli 2018, 11:10:48 WIB

JawaPos.com – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengangkat menantu laki-lakinya Berat Albayrak sebagai Menteri Keuangan Turki. Penunjukan Berat Albayrak yang telah menjabat sebagai Menteri Energi sejak 2015, muncul untuk mengguncang pasar.

Erdogan, yang terpilih kembali menjadi presiden bulan lalu bersumpah untuk mendorong Turki maju dengan kekuatan baru. Tetapi lawan-lawannya takut peran barunya sebagai presiden eksekutif justru akan menghancurkan demokrasi Turki.

Posisi baru Erdogan menandai transisi dari sistem parlementer yang telah ada sejak didirikannya republik Turki modern 95 tahun yang lalu. Jabatan barunya ini memungkinkan dia untuk menunjuk menteri, wakil presiden, dan bahkan campur tangan dalam sistem hukum.

Makin Berkuasa, Erdogan Tunjuk Menantunya Jadi Menteri Keuangan
Berat Albayrak menantu Erdogan yang dipilih jadi menteri keuangan (Trend Az)

Setelah mengambil sumpah jabatan di parlemen pada Senin (9/7), Erdogan mengatakan kepada tamu di Istana Kepresidenan di Ankara, kalau Turki akan membuat awal yang baru. “Kami akan meninggalkan sistem di masa lalu yang telah merugikan negara kami dalam kekacauan politik dan ekonomi,” katanya seperti dilansir BBC, Selasa, (10/7).

Selama 95 tahun, Turki adalah republik parlementer, Majelis Nasional Agung adalah pusat kekuasaan. Namun, ini tidak berlaku lagi sejak Erdogan dilantik dan kekuasaan berada di bawah republik kepresidenan di bawah Erdogan.

Setelah memenangkan pemilihan kembali, Erdogan menjadi kepala eksekutif, mengendalikan tentara dan badan intelijen, mampu mengeluarkan keputusan dan memilih sebagian besar hakim senior. Bagi para pendukungnya, ini adalah sistem politik yang lebih kuat. Untuk lawan-lawannya, ini adalah pemerintahan satu orang dan kematian demokrasi Turki.

Erdogan sekarang merupakan pemimpin paling kuat di negara itu sejak Ataturk, bapak pendiri Turki, melakukan modernisasi Turki dan menjadikannya negara sekuler. Ataturk menempatkan Turki sebagai negara bagian dari budaya barat.

Namun Erdogan malah menempatkan agama di jantung negara. Beberapa pemimpin Eropa menghadiri pelantikannya, walaupun hanya perwakilan Hongaria dan Bulgaria, dengan sebagian besar dari Afrika dan Timur Tengah. Hal itu menjadi tanda penataan geopolitiknya.

Bagi sebagian orang, Erdogan sedang membentuk sebuah Turki baru. Bagi yang lain, kepemimpinannya justru bagian dari perombakan Republik Ataturk.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (ce1/iml/JPC)

Makin Berkuasa, Erdogan Tunjuk Menantunya Jadi Menteri Keuangan