alexametrics

Benny Gantz Sebut Kebijakan Netanyahu Merusak dan Memecah Belah

10 April 2019, 13:02:05 WIB

JawaPos.com – Perdana Menteri Benjamin Netanyahu diperkirakan menang dalam pemilu Israel setelah partai sayap kanan Israel mendominasi suara pada pemilu kemarin. Dilansir dar AFP pada Rabu (10/4), Partai Likud tampaknya akan selesai dengan jumlah kursi yang sama di parlemen melawan saingan utamanya, Partai Blue and White Benny Gantz.

Perlombaan berat antara kedua partai utama menyebabkan ketidakpastian setelah pemilihan ditutup pada Selasa malam dan survei keluar dirilis. Baik Netanyahu dan Gantz mengklaim kemenangan setelah survei keluar awal yang memberi Partai Blue and White kursi terbanyak.

Meski demikian Netanyahu tampaknya paling cocok untuk membentuk koalisi. Netanyahu berbicara pada dini hari Rabu di pesta pasca pemilihan Likud di Tel Aviv. Ia menyebutnya kemenangan luar biasa.

Selama ini Netanyahu menghadapi potensi tuduhan korupsi. “Segala sesuatunya dapat berubah, tetapi dalam hal apa pun blok sayap kanan menang,” kata Meshi Sivani, 52, mengenakan kaos Partai Likud di pesta pascapemilihan Netanyahu.

Shushan Levi, 61, menyebut kinerja Gantz sebagai kemenangan besar bagi aliansi yang baru. “Begitu dia mengumumkan dia memasuki dunia politik, saya mengikutinya,” katanya di pesta Partai Blue and White.

Gantz, seorang pendatang baru di bidang politik. Ia berani menantang Netanyahu yang merupakan politikus kawakan.

Gantz berjanji untuk memperbaiki kerusakan yang dibuat oleh Netanyahu. Menurutnya, Netanyahu telah merusak negara itu dengan melakukan politik yang memecah belah.

Sementara itu, Netanyahu mengeluarkan janji yang sangat kontroversial hanya tiga hari sebelum pemilihan. Ia akan mencaplok pemukiman Yahudi di Tepi Barat Palestina yang diduduki jika ia menang. Memperluas kedaulatan Israel dalam skala besar di Tepi Barat bisa menjadi lonceng kematian bagi harapan yang sudah memudar untuk solusi dua negara dengan Palestina.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Dinda Lisna



Close Ads