alexametrics

Unjuk Rasa Damai di Hongkong Ternoda, Demonstran Lempar Bom Molotov

9 Desember 2019, 17:05:11 WIB

JawaPos.com – Unjuk rasa damai yang berlangsung di Hongkong pada Minggu (8/12) ternoda. Sejumlah demonstran di luar gedung pemerintahan melemparkan bom molotov sehingga terjadi kebakaran kecil. Selain itu, sejumlah demonstran juga membuat grafiti dengan cat semprot ke gedung-gedung pemerintah. Hal itu dilaporkan oleh pihak kepolisian Hongkong pada Senin (9/12) seperti dilansir Reuters.

Kerumunan besar demonstran yang berpakaian serbahitam memadati jalan-jalan pusat keuangan Asia tersebut pada Minggu (8/12). Itu merupakan unjuk rasa anti-pemerintah terbesar sejak pemilihan Dewan Distrik pada bulan lalu dan menunjukkan dukungan berkelanjutan untuk gerakan pro-demokrasi.

Baca juga: Hongkongers Gelar Demonstrasi Legal Pertama sejak Agustus

Meski ternoda oleh aksi tak terpuji sejumlah demonstran, Hongkongers patut diacungi jempol. Aksi pada Minggu (8/12) sangat berbeda dengan demonstrasi massa lainnya selama enam bulan terakhir. Seperti diketahui, para pemrotes kerap bentrok dengan polisi.

“Meski acara itu umumnya damai, tindakan-tindakan yang melanggar perdamaian publik terjadi sesudahnya,” sebut polisi dalam sebuah pernyataan, Senin (9/12), seperti dilansir Reuters.

“Beberapa perusuh mengecat dinding luar gedung Pengadilan Tinggi, melemparkan bom molotov dan membakar sisi luar Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Banding Akhir. Mereka juga merusak properti pemerintah dan secara serius menantang semangat supremasi hukum,” imbuh pernyataan polisi.

Para pengunjuk rasa memperkirakan jumlah mereka mencapai 800.000. Sementara polisi mengatakan 183.000. Di dalam tajuk rencana surat kabar China Daily disebut pihak Tiongkok meminta pemerintah Hongkong untuk menegakkan aturan hukum.

“Banyak penduduk di Hongkong muak dengan kekerasan dan gangguan yang telah menghantui kota selama berbulan-bulan. Rekor pemilih untuk pemilihan Dewan Distrik menunjukkan mereka ingin mengekspresikan pandangan mereka secara damai,” kata surat kabar tersebut.

Sementara itu, komisaris polisi Hongkong yang baru diangkat, mengatakan pihaknya akan mengambil pendekatan keras dan lunak untuk para demonstran. Polisi Hongkong menekankan bahwa tindakan kekerasan akan tetap dilakukan. Namun, mereka mengatakan untuk penanganan demonstran lebih fleksibel.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Antara


Close Ads