alexametrics

Tragedi Kemanusiaan, 15 Pengungsi Mati Beku Awal 2018

9 Desember 2018, 06:12:25 WIB

JawaPos.com – Tragedi kemanusiaan akibat perang memang mengerikan. Pada Januari 2018 lalu, sebanyak lima belas pengungsi Syria, beberapa di antaranya anak-anak, ditemukan mati beku ketika mencoba menyeberangi perbatasan pegunungan ke Lebanon.

Seperti bulan Desember, Januari juga saatnya musim dingin. Saat pengungsi berjuang melawan hawa dingin menusuk tulang. Dilansir dari BBC beberapa waktu yang lalu, awalnya 13 mayat ditemukan sehari sebelumnya, lalu dua lagi ditemukan pada hari berikutnya setelah daerah itu dilanda badai salju yang dahsyat.

Pejabat pertahanan sipil Lebanon menemukan mayat-mayat itu setelah diberitahu bahwa sekelompok pengungsi tengah berada dalam kesulitan di dekat kota Masnaa. Laporan setempat mengatakan, kelompok itu telah tertinggal jauh oleh kelompok pencari suaka lainnya yang melakukan perjalanan darat tersebut.

pengungsi, musim dingin, perjuangan pengungsi di musim dingin,
Tragedi kemanusiaan akibat perang memang mengerikan. Pada Januari 2018 lalu, sebanyak lima belas pengungsi Syria, beberapa di antaranya anak-anak, ditemukan mati beku (Donegal Daily)

Selain itu, dua penyelundup dilaporkan telah ditangkap. Beberapa pengungsi diselamatkan, termasuk seorang bocah laki-laki yang ditemukan berkeliaran sendiri. Kelompok itu mengambil rute yang sama, ratusan ribu orang Syria telah mengambil rute tersebut.

Lebanon, dengan populasi empat juta, telah menjadi pilihan untuk melarikan diri dari satu juta warga Syria sejak perang dimulai pada tahun 2011. Pihak berwenang Lebanon membuat pembatasan baru pada tahun 2015 untuk mencoba membatasi jumlah pengungsi yang tiba di negara tersebut.

Hingga saat ini konflik di Syria belum berakhir meskipun sudah mulai mereda. Sejumlah negara seperti Iran dan Rusia mencari cara untuk menghentikan Perang Syria dengan melakukan sejumlah pertemuan.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : (ina/JPC)

Tragedi Kemanusiaan, 15 Pengungsi Mati Beku Awal 2018