alexametrics

Pengungsi Hadapi Musim Dingin Paling Keras dalam 100 Tahun

9 Desember 2018, 13:03:27 WIB

JawaPos.com – Angin dingin dan salju yang turun adalah hal yang menyenangkan untuk sebagian orang. Tetapi tidak menyenangkan bagi para pengungsi di tenda-tenda.

Sejak perang sipil Syria, pengungsi tumpah di negara tetangga dan kamp-kamp di dalamnya. Diperkirakan 2,3 juta pengungsi Syria kini tinggal di Turki, Libanon, Irak dan Yordania. Ada juga daerah-daerah di Syria yang belum dapat diakses oleh pekerja bantuan kemanusiaan.

“Musim dingin ini diperkirakan menjadi salah satu yang paling keras dalam 100 tahun, dan UNHCR telah memulai program musim dingin awal tahun ini,” kata Koordinator Respons Pengungsi Syria untuk Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), Amin Awad.

pengungsi, musim dingin, syria,
Para pengungsi berjuang untuk mendapat suaka (Breaking Israel News)

Dia mengatakan, perlengkapan musim dingin telah didistribusikan di Syria dan negara-negara sekitarnya. Diperkirakan PBB akan berjuang untuk memenuhi kebutuhan sekitar dua juta pengungsi Syria. Tenda, terpal plastik dan bahan untuk pemeriksaan air adalah salah satu barang yang didistribusikan.

Perempuan dan anak-anak adalah prioritas ketika musim dingin. Oleh karena itu UNICEF membagi-bagikan pasokan penting untuk anak-anak di kamp-kamp pengungsi.

“Mempersiapkan kamp untuk musim dingin adalah prioritas utama kami yang tertinggi,” kata Spesialis Komunikasi UNICEF Jeffrey Bates. Sebagian besar pengungsi tiba dengan hanya pakaian musim panas yang mereka gunakan.

“Sangat dingin dan basah di Irak utara pada musim dingin, dan perempuan dan anak-anak adalah yang paling rentan terhadap semua penderitaan,” katanya.

Pada Desember, UNICEF akan membagikan 50.000 selimut, 8.000 paket hipotermia untuk memberi bantuan bagi 40.000 anak, dan pakaian musim dingin yang hangat untuk 27.000 bayi dan anak-anak.

Juru bicara UNHCR Adrian Edwards mengatakan, sejak awal tahun 2013, UNHCR telah membawa pasokan bantuan kepada lebih dari tiga juta orang di Syria. Meskipun krisis Syria telah melewati 1.000 hari, jumlah bantuan yang UNHCR dapat berikan masih jauh dari cukup.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : (iml/JPC)



Close Ads
Pengungsi Hadapi Musim Dingin Paling Keras dalam 100 Tahun