alexametrics

Hadapi Musim Dingin, Pengungsi di Idlib Bertahan di Tenda Kain

9 Desember 2018, 06:49:45 WIB

JawaPos.com – Musim dingin mulai membuat beku Syria. Membuat para pengungsi atau Internally Displaced Persons (IDP) yang tinggal di tenda-tenda darurat di Idlib harus bertahan dengan suhu dingin di dalam tenda. Dilansir dari Act News beberapa waktu yang lalu, Idlib merupakan sebuah provinsi yang terletak di utara Damaskus dan barat Aleppo yang berbatasan dengan Turki.

Sejak awal konflik, Idlib telah menjadi tujuan jutaan warga sipil yang melarikan diri dari pertempuran. Menurut telegraph.co, pada Juli 2018, ada 3,3 juta penduduk di Idlib. Sekitar 1,2 juta dari mereka adalah pengungsi dari berbagai bagian Syria.

Idlib telah menjadi salah satu zona de-eskalasi tempat ribuan warga sipil melarikan diri. Sayangnya, menjelang akhir tahun, masalah besar lainnya datang seiring dengan datangnya musim dingin.

pengungsi, pengungsi di musim dingin, musim dingin,
Ketika hujan turun, tenda-tenda juga tidak dipersiapkan untuk melindungi penghuninya dari hujan. Jalan-jalan dibanjiri dengan air dan menjadi berlumpur setelah hujan (ACT)

Saat musim panas, suhu di Idlib mencapai 45⁰ Celcius sementara saat musim dingin suhu turun drastis. Pada bulan November, menurut Weather.com, suhu di Idlib 15⁰ Celcius. Suhu musim dingin menimbulkan masalah serius bagi penduduk lokal Idlib dan pengungsi yang harus menghabiskan musim dingin tahun ini tanpa perlengkapan yang memadai.

Perwakilan Global Humanity Response (GHR) dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) Firdaus Guritno menginformasikan, penduduk lokal Idlib dan pengungsi menghadapi kondisi yang sulit. “Banyak pengungsi tinggal hanya di tenda darurat yang terbuat dari kain tipis atau terpal. Mereka tidak akan memiliki kesempatan melawan suhu dingin.”

Ketika hujan turun, tenda-tenda juga tidak dipersiapkan untuk melindungi penghuninya dari hujan. Jalan-jalan dibanjiri dengan air dan menjadi berlumpur setelah hujan.

Sampai hari ini, pengungsi dan penduduk lokal Idlib juga menderita kekurangan makanan. Suhu dingin dan krisis pangan serta kurangnya pakaian musim dingin yang tepat membuat penduduk setempat Idlib dan pengungsi lebih rentan terhadap penyakit.

Selama musim dingin dari November 2018 hingga Maret 2019, tim ACT akan membagikan paket bantuan musim dingin untuk pengungsi Syria.

Untuk batch pertama, 1.000 paket perlengkapan musim dingin akan didistribusikan ke IDP di Jisr Al Shughur, Idlib. Pendistribusian akan dilakukan di daerah Khirbet Al Joz yang menampung lebih dari 200 ribu pengungsi dari seluruh Jisr Al Shughur.

Tempat pengungsian ini berpenduduk padat seperti situs-situs pengungsi lainnya seperti Atme Camp di Idlib. “Insya Allah, ACT akan mendistribusikan paket bantuan musim dingin yang terdiri dari pakaian, jaket, kaus kaki, sarung tangan dan syal,” jelas Guritno.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : (ina/JPC)

Hadapi Musim Dingin, Pengungsi di Idlib Bertahan di Tenda Kain