alexametrics

Lagi, Imigran Asal Iraq dan Iran Menyusup Lewat Darat

9 November 2019, 14:04:40 WIB

JawaPos.com – Arus pengiriman imigran ilegal ke Inggris belum berhenti. Rabu (6/11) polisi kembali menemukan rombongan imigran gelap dalam truk. The Guardian mengungkap bahwa truk berisi 15 imigran diamankan di Wiltshire sekitar pukul 20.30 waktu setempat. Imigran yang berusia 16–30 tahun itu berasal dari Iraq dan Iran. Polisi juga sempat mengamankan sopir truk yang merupakan warga Irlandia.

Salah seorang imigran sempat dilarikan ke Great Western Hospital, Swindon. Dia mengalami masalah pernapasan, tapi tidak mengancam nyawa. Sisanya langsung digelandang ke kantor polisi. Jalan yang dilewati truk berisi imigran gelap itu sempat ditutup selama empat jam.

Truk yang bermasalah itu milik Delaney International Transport yang berbasis di Glanmire, Irlandia. Sopir truk yang membawa para imigran itu Kamis malam dibebaskan tanpa dakwaan. Tapi, dia harus tinggal di Inggris hingga akhir pekan untuk kembali dimintai pernyataan.

Manajer operasional perusahaan Michael Delaney mengungkapkan, sopir yang berusia 50-an tahun itu tidak tahu apa-apa. Dia baru mengirim barang dan berencana balik ke Irlandia. Dia dari Calais ke Dover dan dalam perjalanan ke Pembroke agar bisa naik feri ke Rosslare, Irlandia.

”Sopir itu mendengar ketukan dan berpikir bahwa bannya bocor,” ujar dia seperti dikutip Irish Times.

Dia meminggirkan kendaraannya. Saat truk berhenti, kembali terdengar suara ketukan. Truk lain yang ingin membantu ikut berhenti dan mendengar ketukan yang sama. Sopir truk yang membawa para imigran itulah yang akhirnya memanggil polisi ke lokasi. Dia mengaku tak tahu bagaimana para imigran tersebut bisa ada di kontainer truk yang dikendarainya.

Sementara itu, proses identifikasi 39 jenazah yang ditemukan di dalam truk kontainer di Essex, Inggris, 23 Oktober lalu sudah kelar. Semuanya warga Vietnam. Kedutaan Besar Vietnam di London Kamis (7/11) menyatakan bahwa pihaknya kini sedang berupaya memulangkan seluruh korban secepatnya.

”Tragedi ini telah menyebabkan keluarga korban dan penduduk Vietnam merasakan sakit yang luar biasa.” Demikian bunyi surat pernyataan yang ditulis Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc seperti dikutip Agence France-Presse.

Kepolisian Essex menyatakan, semua keluarga korban sudah diberi tahu terkait selesainya proses identifikasi tersebut. Salah satu yang sudah dikabari adalah Nguyen Dinh Gia. Putranya, Nguyen Dinh Luong, adalah salah seorang korban tewas. ”Harapan kami sekarang adalah jasadnya bisa dipulangkan secepatnya,” ujar Nguyen Dinh Gia.

Kementerian Keamanan Publik Vietnam menyatakan telah memanggil kepala enam provinsi yang kerap mengirim imigran ilegal. Yaitu, Hai Phong, Hai Duong, Nghe An, Ha Tinh, Quang Binh, dan Thua Thien Hue. Para pelaku perdagangan manusia kerap mengirimkan penduduk Vietnam ke negara-negara Eropa. Rusia kerap menjadi jujukan. Namun, para imigran gelap biasanya rela menempuh perjalanan berbahaya demi bisa sampai di Inggris.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (sha/c10/dos)



Close Ads