JawaPos Radar

Xinhua Perkenalkan Pembaca Berita Artificial Intelligent-nya

09/11/2018, 11:43 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
ai, artificial intelligent, xinhua,
Kantor berita Tiongkok Xinhua telah memperkenalkan pembaca berita artificial intelligent (AI) atau kecerdasan buatan yang sangat mirip dengan manusia (Mashable)
Share this

JawaPos.com - Kantor berita Tiongkok Xinhua telah memperkenalkan pembaca berita artificial intelligent (AI) atau kecerdasan buatan yang sangat mirip dengan manusia. Dilansir dari BBC pada Kamis (8/11), Xinhua News mengatakan, pembaca berita AI dapat membaca teks secara alami seperti pembaca berita profesional.

"Halo, Anda menonton program berita bahasa Inggris," kata pembaca berita AI tersebut dalam bahasa Inggris pada awal laporan pertamanya.

"Saya akan bekerja tanpa lelah untuk membuat Anda mendapat informasi karena teks akan diketik ke dalam sistem saya tanpa gangguan," kata pembaca berita AI tersebut.

ai, artificial intelligent, xinhua,
Orang-orang menyaksikan pembawa berita AI (China Daily)

"Aku menantikan untuk memberimu pengalaman baru dalam menonton berita," ujarnya. Pembaca berita AI wajahnya memang sangat mirip dengan manusia sungguhan hanya mereka tampak lebih kaku.

Xinhua mengatakan, para pembaca berita  AI dapat bekerja selama  24 jam sehari di situs webnya dan saluran media sosial. Hal itu juga mengurangi biaya produksi berita. Mereka mungkin sangat berguna untuk menyebarkan laporan berita secara tepat waktu.

Sistem kecerdasan buatan alias AI telah digunakan untuk mensintesis suara-suara presenter, gerakan bibir dan ekspresi. Mereka didasarkan pada presenter Xinhua yang asli. Hal ini berbeda dengan menggunakan model digital 3D manusia.

Pakar ilmu komputer dari Universitas Oxford Inggris, Prof Michael Wooldridge mengatakan,  presenter manusia akan tampil sepenuhnya alami, sedangkan presenter virtual terdengar seperti sesuatu yang aneh. Mereka tampak tidak realistis.

"Pembaca berita AI sulit untuk ditonton lebih dari beberapa menit. Mereka sangat datar, sangat cepat, tidak memiliki ritme, kecepatan, atau penekanan," kata Profesor Wooldridge kepada BBC.

Dia juga menunjukkan, pembawa berita manusia asli secara tradisional menjadi figur publik yang sangat dipercaya. "Jika Anda hanya melihat animasi tersebut, anda benar-benar kehilangan chemistry dengan sang anchor," tambahnya.

Profesor emeritus di Universitas Sheffield, Noel Sharkey mengatakan, bagaimanapun juga, ini adalah terobosan awal yang baik. "Kami akan melihatnya meningkat dari waktu ke waktu," katanya kepada BBC.

"Masalahnya adalah, melihatnya bisa menjadi sangat membosankan," ujar Sharkey.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up