JawaPos Radar

TV Jepang Batalkan Penampilan Boyband BTS Karena Baju Bom Atom

09/11/2018, 14:17 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
bom atom , jepang, korea, BTS,
Jepang membatalkan pertunjukan oleh boyband Korea BTS karena sebuah kontroversi yang fatal yang tak dapat diterima. Salah satu anggota mengenakan baju bom atom yang sedang meledak (SCMP)
Share this

JawaPos.com - Sebuah stasiun televisi di Jepang membatalkan pertunjukan oleh boyband Korea BTS karena sebuah kontroversi yang fatal yang tak dapat diterima. Salah satu anggota mengenakan baju bom atom yang sedang meledak.

Para superstar dijadwalkan tampil di TV Asahi pada hari Jumat, (9/11). Namun stasiun itu secara tiba-tiba membatalkan pertunjukan setelah foto salah satu anggota yang mengenakan baju itu menjadi viral.

"Penampilan BTS yang dijadwalkan untuk tanggal 9 telah dibatalkan," kata TV Asahi dalam sebuah pernyataan. "Baju yang dipakai salah satu anggota menjadi berita utama dan menjadi kontroversial," tambah stasiun itu dilansir dari AFP pada Jumat,  (9/11).

bom atom , jepang, korea, BTS,
Penampilan BTS yang dijadwalkan untuk tanggal 9 telah dibatalkan (AFP)

BTS mengeluarkan pernyataan mereka, tetapi tidak memberikan rincian tentang mengapa acara itu ditunda. "Kami meminta maaf untuk para penggemar yang kecewa dan telah menantikan ini. BTS akan melanjutkan upaya untuk terhubung dengan penggemar di atas panggung dan juga melalui musik," kata kelompok itu di situs web mereka.

Baju yang menyinggung itu menampilkan frasa 'Patritism Our History Liberation Korea' berulang-ulang di samping gambar ledakan bom atom dan satu lagi terlihat orang Korea merayakan pembebasan.

Anggota BTS itu juga pernah dilaporkan mengenakan baju itu pada tahun lalu, pada 15 Agustus, ketika Korea merayakan akhir pendudukan Jepang pada tahun 1945.

Hubungan antara Jepang dan Korea Selatan terus dibayangi oleh perselisihan pahit atas sejarah. Lekat dengan konflik wilayah yang berasal dari penjajahan brutal Jepang tahun 1910-1945 atas semenanjung itu.

Bulan lalu, Tokyo bereaksi dengan marah setelah pengadilan tinggi Korea Selatan memerintahkan Jepang untuk memberi kompensasi kepada korban program kerja paksa di masa perang.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up