JawaPos Radar

Migran Ilegal tak Dapat Suaka di AS

09/11/2018, 14:29 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
migran ilegal, migran, migran honduras, trump, as,
Migran ilegal yang masuk melalui perbatasan Amerika Serikat bagian selatan tidak akan lagi memenuhi syarat untuk suaka (Reuters)
Share this

JawaPos.com - Migran ilegal yang masuk melalui perbatasan Amerika Serikat bagian selatan tidak akan lagi memenuhi syarat untuk suaka. Penjabat Jaksa Agung Matthew Whitaker dan Kepala Keamanan Dalam Negeri Kirstjen Nielsen mengumumkan hal itu sebagai sebagai Peraturan Akhir Interm pada hari Kamis, (8/11).

Mengutip BBC, pengumuman bersama itu menyatakan, Presiden AS Donald Trump memiliki kekuasaan untuk menangguhkan masuknya semua 'alien' atau migran gelap dan memaksakan pembatasan apapun jika dinilai merugikan kepentingan AS di bawah UU Imigrasi dan Kewarganegaraan.

Jika Presiden AS mengeluarkan penangguhan atau larangan masuk melalui perbatasan AS atau Meksiko, mereka yang secara ilegal berhasil masuk ke AS tidak akan diizinkan mengajukan permohonan suaka di sana.

migran ilegal, migran, migran honduras, trump, as,
Jika Presiden AS mengeluarkan penangguhan atau larangan masuk melalui perbatasan AS atau Meksiko, mereka yang secara ilegal berhasil masuk ke AS tidak akan diizinkan mengajukan permohonan suaka (Reuters)

"Hari ini, kami menggunakan wewenang yang diberikan kepada kami oleh Kongres AS untuk melarang orang asing yang melanggar larangan masuk Presiden AS atau pembatasan lainnya dari suaka," kata pernyataan bersama itu seperti dilansir RMOL.co (Jawa Pos Grup).  Aturan baru ini tidak akan berlaku surut dan diperkirakan segera ditandatangani oleh Presiden AS.

Imigrasi adalah fokus utama Trump dalam kampanye Pemilu Sela 2018. Menyusul serbuan ribuan orang Amerika Tengah menuju utara melalui Meksiko. Trump memerintahkan pasukan berjaga-jaga di perbatasan dan menyatakan masuknya migran sebagai invasi ke AS.

Sementara di bawah UU AS, ada kewajiban untuk mendengar klaim suaka dari migran yang melarikan diri karena takut kekerasan di negara asal mereka. Di bawah hukum internasional, imigran ini dianggap pengungsi.

Sekretaris Jenderal Amnesty Internasional, Kumi Naidoo mengeluarkan pernyataan yang menyerang retorika tidak manusiawi Presiden Trump. "Suaka bukanlah celah, ini adalah jalur kehidupan. Kebijakan ini tidak perlu menempatkan kehidupan ribuan orang dalam bahaya."

(met/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up