alexametrics

Merasakan Langsung Kemeriahan HUT Kemerdekaan Brasil di Brasilia

9 September 2019, 21:06:48 WIB

Bisa merasakan langsung kemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan negara lain adalah kesempatan langka. Terlebih itu negara yang cukup jauh dari Indonesia yakni di Amerika Latin. YOGIE YOHANES beruntung bisa mendapat kesempatan itu. WNI yang sudah lama tinggal di Brasil itu membagi cerita merasakan langsung kemeriahan HUT Kemerdekaan Brasil.

JawaPos.com – Sabtu (7/9), masyarakat Brasil memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan. Saya menjadi WNI yang beruntung mendapatkan kesempatan istimewa bisa merasakan langsung memperingati HUT Kemerdekaan bersama-sama masyarakat Brasil. Cuaca terik dan kering di Brasilia, ibu kota negara Brasil, tak menyurutkan antusias saya.

Untuk melihat secara langsung parade militer HUT Kemerdekaan Brasil, tepatnya di Esplanada dos Ministerios, butuh perjuangan. Salah satunya harus datang pagi-pagi sekali. Saya datang pukul 8 pagi waktu Brasil. Sebelum bisa masuk ke tempat acara, saya diperiksa oleh polisi. Namun, di dalam kondisi sudah penuh dan saya memutuskan untuk keluar mencari tempat yang lain.

Kemudian saya mencoba untuk masuk ke pintu akses lain. Tapi, keberuntungan memang belum berpihak. Pintu-pintu sudah ditutup. Pihak kepolisian menyebut sudah memenuhi kapasitas yang ditetapkan yakni sekitar 1.850 orang per pintu masuk. Total pintu masuk sekitar 7 titik di selatan dan utara.

Saya tetap mencoba untuk bisa masuk. Maklum saja, saya ingin sekali melihat parade militer HUT Kemerdekaan Brasil. Saya mencoba untuk menerobos antrean, tetapi polisi menghadang kami. Setelah itu bersama pengantre lain, kami ramai-ramai berteriak “libera, libera, libera” yang artinya “buka, buka, buka”. Namun, polisi tetap tidak memberikan izin masuk dan mengatakan bahwa tempat sudah melebihi kapasitas.

Selang beberapa menit kemudian seorang prajurit dari kesatuan Polisi Militer Distrik Federal (PMDF) bernama Gabriel Jorge menhampiri kami dan mengatakan bahwa komandannya memerintahkan area sekitar pintu masuk harus steril dan tidak boleh ada orang yang mengantre dekat area tersebut. Apabila ada orang yang melawan atau tidak mematuhi larangan tersebut, polisi tidak segan-segan akan menangkap dan menjatuhkan pidana.

Antrean masuk ke venue perayaan HUT Kemerdekaan Brasil (Yogie Yohanes for JawaPos.com)

Prajurit Jorge juga menegaskan bahwa tidak ingin melakukan hal tersebut. Oleh sebab itu dia memohon kerja samanya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Saya dan sekelompok warga lain merasa kecewa dengan larangan tersebut karena kami melihat di dalam masih banyak tempat yang kosong.

Saya merasa kecewa karena sudah bangun pagi tetap tak mendapat tempat. Padahal pada tahun lalu saya datang pukul 09.00 masih mendapat tempat. Saya hampir saja memutuskan kembali ke rumah dan melihat parade militer HUT Kemerdekaan Brasil di televisi. Namun, niat tersebut urung saya lakukan. Saya mencoba putar arah dan beruntung bisa melihat dari awal hingga akhir.

Dalam acara tersebut ternyata ada satu pertunjukan baru yakni atraksi pesawat KC 390 produksi Embraer. Pesawat tersebut merupakan pesawat terbaru Angkatan Udara Brasil yang menggantikan pesawat Hercules. Selain itu, tahun ini ada parade pasukan berkuda yang tahun lalu tidak dipertunjukkan.

Bagi saya, ini yang ketiga kalinya merasakan langsung HUT Kemerdekaan Brasil. Pertama di Sao Paulo dan kedua serta ketiga setelah tinggal di Brasilia. Selain atraksi pesawat baru dan parade pasukan berkuda, tahun ini yang menarik adalah presidennya baru. Saat ini Brasil di bawah kendali Presiden Jair Bolsonaro yang resmi menduduki kursi kepresidenan pada 1 Januari 2019.

Perayaan HUT Kemerdekaan di Sao Paulo dan di Brasilia sepanjang yang saya ikuti ada perbedaan. Di Sao Paulo rasanya biasa saja karena lebih pada venue acara yakni di Arquibancada untuk karnaval. Tempat duduknya lebih jauh. Sedangkan di Brasilia di venue utama Brasilia dan melihatnya lebih dekat.

Yogie Yohanes merasakan langsung perayaan HUT Kemerdekaan Brasil (Yogie Yohanes for JawaPos.com)

Tak Ada Perlombaan

Perayaan HUT Kemerdekaan Brasil berbeda dengan HUT Kemerdekaan Indonesia. Di Brasil tidak ada perlombaan unik seperti makan kerupuk, pecah balon, sepak bola sarung, dan lain-lain. Di Brasil setelah acara utama langsung pulang. Kemeriahan hanya di karnaval yakni di Sambodromo Sao Paulo.

Saya adalah WNI tulen, namun Brasil sudah seperti menjadi rumah kedua saya. Sudah 8 tahun saya bermukim dan mengadu nasib di Brasil. Saya memulai hidup di Brasil dengan menjual jus dan makanan ringan di Sao Paulo. Kemudian bekerja di salah satu perusahaan baja terbesar di Brasil dan sekarang mendapat kesempatan untuk mengabdi di salah satu instansi pemerintahan di Brasilia.

“Feliz dia da Patria! Obrigado Brasil e espero que essa nacao seja uma nacao forte e reconhecida positivamente tanto na economia quanto na civilidade!” (Selamat Hari Kemerdekaan Brasil. Terima kasih Brasil, semoga Brasil bisa menjadi bangsa yang kuat dan maju di bidang perekonomian dan masyarakatnya).

Editor : Edy Pramana



Close Ads