alexametrics

Dampak Unjuk Rasa Hongkong, Kunjungan Wisatawan Turun 40 Persen

9 September 2019, 19:49:48 WIB

JawaPos.com – Unjuk rasa di Hongkong masih berlanjut meski pemimpin Carrie Lam telah mencabut RUU Ekstradisi yang menjadi pemicu protes. Pada Senin (9/9), ratusan siswa sekolah berseragam membentuk rantai manusia di distrik-distrik di seluruh Hongkong. Aksi tersebut untuk mendukung para demonstran anti-pemerintah.

Seperti diketahui, pemerintah Hongkong hanya setuju untuk menarik RUU Ekstradisi yang menjadi pemicu aksi. Mereka tidak berniat membebaskan lebih dari seribu demonstran yang ditahan. Pun tidak ada pernyataan dari Beijing untuk memberi Hongkong kebebasan dalam demokrasi, termasuk memilih pemimpin sendiri. Bahkan, Lam pun ogah untuk mundur.

Efek yang ditimbulkan dari serangkaian unjuk rasa yang masif cukup besar. Terutama bagi perekonomian di Hongkong. Perlu dikatahui, kunjungan wisatawan asing ke Hongkong pada Agustus 2019 turun 40 persen dibanding tahun sebelumnya. Hal tersebut wajar karena demonstran sempat menduduki Bandara Hongkong dan membuat operasional terganggu. Bahkan, otoritas bandara sempat membatalkan penerbangan dari Hongkong dan dilakukan dua hari beruntun.

Tingkat hunian di sejumlah hotel di Hongkong telah berkurang setengahnya. Sejauh ini belum ada peningkatan seperti yang disampaikan oleh sekretaris keuangan Hong Kong, Paul Chan.

Dibandingkan bulan Juli, kedatangan wisatawan turun lima persen Juli. Tarif kamar hotel anjlok 40 hingga 70 persen. “Yang paling mengkhawatirkan adalah sepertinya jalan di depan tidak mudah. Jalan berubah menjadi lebih baik cukup sulit,” beber Chan dalam blog-nya seperti dilansir Al Jazeera.

Sementara Badan Pariwisata Hongkong membeberkan, ini menjadi penurunan tahunan pertama sejak Januari 2018 dan persentase penurunan terbesar sejak Agustus 2016. Tak hanya tingkat kunjungan wisatawan asing, penjualan ritel pada Juli mengalami penurunan terbesar sejak Februari 2016 di tengah protes anti-pemerintah selama lebih dari tiga bulan.

Chan mengatakan kerusuhan sosial telah merusak citra Hongkong sebagai kota internasional yang aman dan pusat perdagangan, penerbangan, dan keuangan. Dia menambahkan bahwa konflik kekerasan yang berulang, pemblokiran jalan, kereta api bawah tanah, dan bandara telah menghalangi orang untuk pergi bekerja dan sekolah. Selain itu menyebabkan pembatalan atau penjadwalan ulang sejumlah konferensi dan pameran internasional.

Dampak lebih besar dirasakan dalam hal ekspor. Total ekspor turun 5,7 persen pada Juli. Sementara nilai ekspor kembali ke Amerika Serikat dari Tiongkok via Hongkong turun 15,2 persen dari tahun sebelumnya.

Editor : Edy Pramana



Close Ads