alexametrics

Tewas dalam Kebakaran, 4 WNI Asal NTB Dimakamkan di Mekkah

9 Juli 2019, 06:05:35 WIB

JawaPos.com – Empat Warga Negara Indonesia (WNI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menjadi korban kebakaran di daerah Nakasa, At Taqwa, Mekkah, sudah dimakamkan. Kementerian Luar Negeri membenarkan keempatnya dimakamkan pada 7 Juli 2019.

Empat jenazah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Syarae Baru, Mekkah, setelah sebelumnya disalatkan di Masjidil Haram. Empat WNI asal Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menjadi korban kebakaran masing-masing berinisial IRRS (36), KBS (35), TAT (20), dan SNSI (27).

“Sudah dimakamkan kemarin tanggal 7 Juli setelah ada izin dari ahli waris dan izin pemakaman dari pihak kepolisian Saudi,” kata Pelaksana harian (Plh) Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu RI, Judha Nugraha, kepada JawaPos.com, Senin (8/7).

Judha menegaskan pihak keluarga keempat WNI sudah dihubungi terkait pemakaman tersebut. Judha membenarkan status keempat korban kebakaran tersebut adalah WNI tanpa izin tinggal.

“Betul para WNI korban kebakaran tersebut berstatus undocumented, tanpa izin tinggal, pihak keluarga sudah dihubungi,” tegasnya.

Sebelumnya peristiwa kebakaran yang menewaskan empat WNI tersebut terjadi Kamis 20 Juni 2019 lalu di kawasan pemukiman yang sulit dijangkau oleh kendaraan roda empat. Mendapat laporan tentang kejadian tersebut, Tim Pelayanan dan Pelindungan (Yanlin) Warga KJRI Jeddah dibantu oleh Petugas Pembantu Pelayanan Pelindungan WNI (P4W) Wilayah Mekkah, Suyatno alias Pak Nur, segera mendatangi Rumah Sakit Umum Al Noor Mekkah, tempat jenazah disimpan, sekaligus meninjau TKP.

Mereka tewas setelah menghirup asap kebakaran di tempat tinggal mereka yang berpintu besi dan terkunci dari luar.
Rumah penampungan warga asing ilegal pada umumnya dikunci luar untuk menghindari operasi penggerebekan oleh aparat berwenang setempat.

“Informasi didapat dari sesama WNI yang mengetahui dan kenal dengan keempat korban kebakaran tersebut,” tutup Judha.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads