JawaPos Radar

Perempuan Inggris Tewas akibat Novichok, Racun yang Serang Agen Rusia

09/07/2018, 10:46 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
polisi inggris, perempuan inggris tewas, racun novichok
Polisi Inggris saat melakukan penyelidikan kasus dugaan pembunuhan. (Niklas Hallen/AFP)
Share this image

JawaPos.com - Polisi Inggris tengah menyelidiki kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang perempuan bernama Dawn Sturgess. Dia tewas akibat terpapar racun saraf Novichok. Kematian Sturgess ini terjadi empat bulan setelah racun yang sama digunakan untuk serangan terhadap agen mata-mata Rusia.

Perdana Menteri Inggris Theresa May mengaku terkejut mendengar kematian Sturgess. Dia lantas mengucapkan belasungkawa terhadap keluarga korban. Sturgess diketahui meninggalkan tiga anaknya.

Sebelum kejadian, Sturgess dan kekasihnya, Charlie Rowley, 45, tiba-tiba jatuh sakit dan kritis di rumah mereka di Amesbury, dekat kota Salisbury. Charlie Rowley sendiri saat ini masih dalam kondisi kritis.

Sementara Kota Salisbury merupakan lokasi mantan agen ganda Rusia, Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, terpapar Novichok pada Maret lalu. Keduanya kini sudah pulih kembali.

Sturgess dan Rowley diyakini terpapar Novichok setelah menyentuh sebuah benda yang terkontaminasi racun tersebut. Kendati demikian, polisi dan pejabat kesehatan menyatakan risiko Novichok terhadap publik telah diminimalisasi.

"Polisi dan petugas keamanan bekerja cepat untuk mengumpulkan fakta terkait insiden ini. Hasil sementara investigasi kasis ini sebagai dugaan pembunuhan," kata Perdana Menteri Inggris Theresa May dilansir dari AFP.

Novichok adalah racun saraf kelas militer yang dikembangkan Uni Soviet selama Perang Dingin. Inggris dan sekutu-sekutunya menuduh Rusia berusaha membunuh Skripal. Kasus ini lantas memicu krisis diplomatik internasional.

Sejauh ini, tidak ada bukti pasangan itu mengunjungi salah satu area dalam kasus Skripal. "Detektif akan mengumpulkan semua bukti yang ada sehingga kita dapat mengetahui bagaimana dua warga bisa terpapar zat mematikan yang secara tragis membuat Sturgess kehilangan nyawanya," kata Kepala Polisi Antiteror, Neil Basu, dilansir dari AFP.

Menteri Dalam Negeri Inggris Sajid Javid pekan lalu menuntut jawaban dari Moskow. Dia tidak terima Inggris menjadi tempat penimbunan racun. Rusia lantas membalasnya dengan mencela Inggris karena memainkan permainan politik kotor.

(ce1/iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up