alexametrics

Kisah Sedih Anak Buah Kapal Indonesia Disiksa di Gabon

9 Maret 2018, 07:00:09 WIB

JawaPos.com – Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) membantu membongkar kasus agen ilegal yang pekerjakan WNI sebagai anak buah kapal. Kasus ini dikategorikan sebagai kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) menurut SBMI.

IU, salah satu korban TPPO, akhirnya bisa selamat setelah dieksloploitasi oleh kapal asing dari Tiongkok yang mempekerjakannya. Anggota sindikat perdagangan orang datang ke desa-desa untuk mencuci otak anak-anak muda dengan menawarkan gaji besar.

Ibu dari IU, Sri mengatakan, pada awalnya ia tidak merasa janggal dengan apa yang ditawarkan oleh sindikat itu. Sebab cuci otak itu sendiri dilakukan pada saat acara di desa Banyuwangi dan dilakukan oleh oknum Badan Permusyawaratan Desa di kampungnya.

Si pelaku, menggiring anak-anak muda yang bisa dibilang masih sangat muda dan sangat mudah untuk dipengaruhi dengan iming-iming gaji USD 300 per bulan.

Setelah selama 3 bulan proses dan ada persetujuan dari orangtua, IU yang pada waktu itu masih berusia 18 tahun berangkat ke Jakarta pada 6 November 2016 bersama 15 orang lainnya, 5 di antaranya berasal dari kampung yang sama.

“Pada waktu itu saya juga dipanggil selaku orang tua. Ditanyai apakah setuju anak saya dipekerjakan, saya setuju karena meyakinkan,” kata Sri pada saat melakukan konferensi pers di Kementerian Luar Negeri pada Kamis, (8/3).

Sesampainya di Jakarta, IU mengaku, ia langsung mendapatkan buku dasar-dasar pelaut yang seharusnya didapatkan setelah ada pelatihan.

“Kalau yang benar, harusnya buku tersebut didapatkan setelah para calon pelaut ini diberikan pelatihan, tapi menurut pengakuan IU, ia langsung dapat begitu saja,” terang Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal.

Pada tanggal 14 Februari 2018, IU berhasil dipulangkan dengan bantuan para diplomat luar negeri yang berada di Afrika. “Kesulitannya di Gabon sendiri kita tidak punya perwakilan, akhirnya dengan berbagai cara kita bisa pulangkan IU,” kata Iqbal.

Kejanggalan lainnya, sebelum keberangkatan para korban dipanggil untuk menandatangani surat perjanjian kontrak. Namun, saat Sri hendak pergi ke Jakarta, pihak agensi langsung menolak. IU mengatakan, sudah ditandatangani kontraknya dan gaji tidak sesuai dengan perjanjian, tercantum hanya USD 160.

Ia langsung dikirim ke Gabon, negara bagian Afrika. IU di sana mengaku disiksa secara fisik.

“Ini kami kategorikan sebagai eksploitasi karena ada tiga unsur, proses pemindahan yang tidak sesuai aturan, cara pelaku dengan mengiming-imingi, dan manipulasi data. Semua nama pekerja yang dikirim menggunakan nama palsu mereka,” kata Ketua SBMI Haryanto.

Kasus ini sedang ditangani oleh Satgas TPPO Mabes Polri. IU sedang membuat laporan, dari sana polisi bisa melanjutkan proses pembebasan untuk WNI yang masih terjebak di sana.

Perlu diketahui, setiap tahunnya ada 700 kasus serupa, setengah dari jumlah tersebut terkait dengan anak buah kapal yg bekerja di perikanan kapal asing.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : (ina/iml/trz/JPC)



Close Ads
Kisah Sedih Anak Buah Kapal Indonesia Disiksa di Gabon