JawaPos Radar

Sejumlah Pekerja Fukushima Tewas Akibat Kanker Radiasi Nuklir

08/09/2018, 04:05 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
radiasi nuklir,
Seorang pria yang membantu membersihkan pabrik nuklir Jepang setelah terkena tsunami tujuh tahun lalu telah meninggal karena radiasi. Menurut laporan berita Jepang hal tersebut menjadi pertama kalinya pemerintah mengakui hubungan kematian dengan paparan r (Asia One)
Share this image

JawaPos.com - Seorang pria yang membantu membersihkan pabrik nuklir Jepang setelah terkena tsunami tujuh tahun lalu telah meninggal karena radiasi. Menurut laporan berita Jepang hal tersebut menjadi pertama kalinya pemerintah mengakui hubungan kematian dengan paparan radiasi di pabrik Fukushima.

Gempa berkekuatan 9 skala besar mengguncang bagian timur laut negara itu, memicu tsunami yang menyebabkan kehancuran pabrik pada Maret 2011 lalu. Pria berusia 50-an itu bertugas mengukur radiasi di pabrik setelah bencana, ia kemudian bekerja di sana hingga Desember 2011.

Dia juga bekerja di pembangkit listrik atom lain di seluruh Jepang antara 1980 dan 2015. Menurut Kementerian Kesehatan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang, ia telah mengenakan masker wajah dan pakaian pelindung khusus. Namun pria paruh baya tersebut didiagnosis menderita kanker paru-paru pada Februari 2016.

Seperti dilansir Sky News, identitas pria tersebut tidak dipublikasikan dan pihak keluarganya meminta untuk merahasiakannya secara pribadi. Pemerintah Jepang telah membayar kompensasi dalam kasus empat pekerja yang menderita kanker.

Surat kabar harian Jepang Asahi Shimbun mengatakan bahwa sebanyak 17 pekerja pabrik telah mengajukan kompensasi. Empat orang yang klaim mereka diterima, lima klaim telah ditolak, namun lima lainnya sedang menunggu proses sedangkan dua lainnya telah ditarik.

Tsunami yang menewaskan sekitar 18 ribu orang dan menyebabkan kegagalan dalam sistem pendinginan PLTN mengakibatkan tingkat tujuh kehancuran dan pelepasan bahan radioaktif. Bencana nuklir merupakan yang terburuk sejak Chernobyl dan memaksa puluhan ribu orang meninggalkan rumah mereka.

Selain itu, daerah dekat pabrik tetap tidak dapat dihuni karena bahaya radiasi. Selain meninggalnya pegawai pabrik juga terjadi gempa berkekuatan 6,7 SR yang menghantam pulau utara Hokaido yang terjadi pukul 3.00 waktu setempat, dua orang tewas dan 32 lainnya dinyatakan hilang.

(trz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up