JawaPos Radar

Palestina Minta Guatemala Ikut Paraguay Tarik Kedutaannya di Yerusalem

08/09/2018, 12:15 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
paraguay, israel,
Palestina memuji keputusan Paraguay yang berani memindahkan kedutaannya dari Yerusalem kembali ke Tel Aviv. Dilansir PressTV pekan ini, Palestina mengatakan, akan segera membuka kedutaannya di Paraguay (The Jerusalem Post)
Share this image

JawaPos.com - Palestina memuji keputusan Paraguay yang berani memindahkan kedutaannya dari Yerusalem kembali ke Tel Aviv. Dilansir PressTV pekan ini, Palestina mengatakan, akan segera membuka kedutaannya di Paraguay. Dalam pengumuman mengejutkan pada hari Rabu, Menteri Luar Negeri Paraguay Luis Alberto Castiglioni mengatakan, negaranya telah membalikkan keputusan untuk merelokasi kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Paraguay adalah salah satu dari dua negara, setelah Guatemala yang awalnya mengikuti jejak AS dalam perubahan kebijakannya yang banyak dikritik karena memindahkan kedutaannya ke Yerusalem yang statusnya masih jadi rebutan antara Palestina dan Israel. Keputusan itu awalnya diambil sekitar tiga bulan lalu di bawah pemerintahan Paraguay sebelumnya tanpa konsultasi dengan presiden terpilih, Mario Abdo.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan, langkah berani oleh Pemerintah Paraguay ini adalah contoh bagi semua negara dalam menghadapi keserakahan Israel dan upaya oleh pemerintah Amerika untuk memaksakan kehendaknya pada dunia ketika memindahkan kedutaannya ke Yerusalem.

paraguay, israel,
Paraguay adalah salah satu dari dua negara, setelah Guatemala yang awalnya mengikuti jejak AS dalam perubahan kebijakannya yang banyak dikritik karena memindahkan kedutaannya ke Yerusalem (Atlas and Boots)

Abbas mengatakan, langkah Paraguay adalah hasil upaya diplomatik Palestina yang bijaksana dan kuat untuk menjelaskan bahaya pengalihan kedutaan ke Yerusalem.

Selain itu, Pejabat Senior Palestina Saeb Erekat juga memuji langkah Paraguay. Ia juga mendesak Guatemala untuk mengikuti Paraguay dan mengembalikan kedutaannya ke Tel Aviv.

"Kami juga menyerukan kepada pemerintah Guatemala untuk berdiri di sisi kanan sejarah dan memindahkan kedutaannya di luar Yerusalem," kata Erekat dalam sebuah pernyataan.

Dalam pernyataan tersebut, dia juga menegaskan bahwa saatnya bagi pemerintahan Trump untuk menyadari bahwa tidak ada negara yang cinta damai akan mengikuti keputusan mereka untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Hanya menghormati hukum internasional dan resolusi PBB akan membantu mencapai perdamaian yang adil dan abadi.

Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah juga berterima kasih kepada Paraguay atas keputusannya. "Kami mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada Paraguay dan kepemimpinan Paraguay untuk keputusan bijaknya untuk menarik kedutaannya dari kota Yerusalem yang diduduki yang datang sehubungan dengan hak-hak rakyat Palestina hukum internasional resolusi PBB."

Keputusan Paraguay datang setelah Kolombia menjadi negara Amerika Selatan terakhir untuk mengakui Palestina sebagai negara berdaulat.

Sementara itu, Israel bereaksi dengan marah. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan penutupan Kedutaan Israel di Paraguay dengan mengatakan keputusan Asuncion membayangi hubungan bilateral. "Kami akan menutup hubungan bilateral," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan.

Menteri Luar Negeri Paraguay menyebut reaksi Israel tidak pantas. Sementara Presiden Abdo membela keputusannya sebagai bagian dari upaya untuk mendukung perdamaian yang luas, abadi dan adil di antara warga Israel dan Palestina. "Paraguay adalah negara yang berprinsip," ujar Abdo di Twitter.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up