alexametrics

Indonesia Turut Berduka, ACT Kirim Bantuan ke Palestina

Targetkan 10 Ribu Ton Pangan
8 Mei 2019, 02:11:24 WIB

JawaPos.com – Palestina kembali berduka. Ketika Ramadan tiba, negara itu kembali diserang Israel. Negara zionis itu terus melancarkan serangan udara ke wilayah Palestina.

Duka Palestina ini pun menggugah empati warga di tanah air. Melalui lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT), masyarakat Indonesia mengirimkan bantuan logistik untuk warga negara Palestina.

Vice President ACT Ibnu Khajar menuturkan, pihaknya turut berduka atas musibah yang dialami bangsa Palestina. Apalagi negara itu diserang pada bulan suci Ramadan. ACT pun mengecam tindakan Israel terhadap Palestina.

“ACT melihat permasalahan ini bukan lagi masalah yang ringan. Karena, sudah berlangsung setiap tahun dengan eskalasi yang semakin meningkat. Lembaga kami langsung merespons sejak Minggu pagi atas kondisi ini. Program bantuan reguler yang sudah ada akan terus kami tingkatkan,” ungkap Ibnu Khajar dalam konferensi pers di Menara 165, Jakarta, Selasa (7/5).

ACT sudah memberikan instruksi kepada relawan dan mitra-mitra ACT di Gaza untuk segera mendistribusikan kesediaan paket pangan dan bantuan lainnya. Sebagai spirit kemanusiaan, water tank milik ACT dan dapur umum juga untuk berbuka puasa maupun sahur. “Insya Allah umat Islam Indonesia melalui ACT akan terus membersamai mereka,” ujar Ibnu.

Sejalan dengan itu, Direktur Global Humanity Response (GHR) ACT Bambang Triyono menyatakan ACT akan mengirimkan Paket Pangan untuk lebih dari 5.000 keluarga selama bulan Ramadan, 500 porsi makanan siap saji untuk sahur dan berbuka, dan 1,6 juta liter air bersih untuk didistribusikan di seluruh Jalur Gaza. Program-program tersebut disalurkan untuk menghadapi krisis pangan.

“Tentunya menjadi sebuah respon cepat kami terhadap duka bangsa Palestina di tengah perayaan bulan suci umat muslim,” tambahnya.

Sebagai rangkaian dari program Ramadan, saat ini terdapat 25 syeikh Palestina bersama tim ACT pergi ke rumah-rumah peribadahan untuk menyampaikan secara langsung kondisi yang ada di Palestina. “Kami mengajak sahabat dermawan sekalian untuk turut andil dalam usaha perjuangan ini. Terus doakan agar Allah berikan perlindungan dan keselamatan bagi mereka,” tegas Bambang.

Presiden ACT Ahyudin bersama para narasumber konferensi pers penyaluran bantuan kemanusiaan untuk Palestina. (Marieska Harya Virdhani/JawaPos.com)

Targetkan 10 Ribu Ton Pangan

Presiden ACT Ahyudin menegaskan bantuan pangan menjadi respons terhadap urgensi atas serangan Israel terhadap Palestina. Atas tragedi kemanusiaan itu, umat manusia berkewajiban untuk memberikan bantuan secara bersama-sama.

“Bukan hanya umat Islam tetapi warga dunia. Bagaimana mungkin mereka bisa hidup mencari nafkah. Tanpa serangan pun kemiskinan luar biasa di sana. Ada 85 persen warga Palestina di Gaza yang harus hidup dari bangsa lain. Tanpa bantuan maka musnahlah. Kami tak ingin kehidupan mereka musnah,” tegas Ahyudin.

Sejalan dengan konstitusi Indonesia untuk menggelorakan semangat anti penjajahan, pihak ACT berupaya tergerak secara moral untuk mengulurkan tangan. Untuk itu, bantuan pangan adalah yang paling mendesak.

“Serangan ini terus berlangsung bahkan selamanya. Saya ajak teman-teman jangan bosan menolong Palestina, sebab Israel juga tak bosan-bosannya menyerang secara zalim,” kata Ahyudin.

Ahyudin menargetkan hingga akhir Ramadan bantuan pangan yang akan dikirim mencapai 10 ribu ton. Jika dinominalkan 1000 ton bantuan pangan setara Rp 15 miliar sedangkan 10 ribu ton pangan setara Rp 150 miliar. Dia meyakini 1 juta donatur ACT akan bersama-sama tergerak membantu Palestina. Apalagi masih ada kendala yang harus dihadapi yaitu menembus jalur Gaza untuk menyalurkan bantuan.

“Berkali-kali kami kesulitan menembus menyalurkam bantuan. Maka kami harus gunakan kerja sama dengan mitra lokal. Di Gaza itu banyak sekali lembaga kemanusiaan kredibel yang terdaftar di PBB yang amanah dan profesional,” tutup Ahyudin.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads