alexametrics

Soal Tuduhan Kerja Paksa Penduduk Uighur, Tiongkok Boikot Produk Barat

8 April 2021, 14:13:29 WIB

JawaPos.com – Tiongkok benar-benar total dalam membalas. Mereka merealisasikan ancamannya untuk memboikot brand yang mendukung warga minoritas muslim Uighur. Saat ini mayoritas stasiun televisi mengaburkan logo merek yang masuk daftar hitam. Misalnya, Nike, Adidas, serta H&M.

Dilansir Insider, dalam salah satu acara kompetisi menyanyi Youth with You tampak para kontestan berlatih menari. Saat sesi latihan tersebut, mereka memakai kaus dengan logo milik Adidas Neo, sepatu Adidas Shell Toe, serta celana dengan merek yang sama. Di awal-awal episode, semua normal. Namun, di episode belakangan ini semuanya diblur alias diburamkan.

Dalam reality show Listen to Me, sepatu yang dipakai artis Tiongkok Zhang Lanxin juga diburamkan. Dia diduga memakai Nike Air Jordan 1s. Para artis di variety show Sisters Who Make Waves juga terlihat seperti berjalan di atas awan gara-gara semua sepatunya diburamkan.

Adidas, Nike, H&M, GAP, Fila, New Balance, Zara, Under Armour, serta beberapa brand lainnya menghadapi reaksi keras dari Tiongkok. Produk-produk global itu mengungkapkan keprihatinan atas kerja paksa di Provinsi Xinjiang. Penduduk Uighur dikabarkan menjalani kerja paksa di perkebunan kapas dan beberapa pabrik. Tak cukup sampai di situ, kamp detensi bagi penduduk Uighur juga memperparah situasi. Itulah yang memicu kecaman. AS bahkan menyebut tindakan Tiongkok kepada penduduk Uighur sebagai genosida.

Pemerintah dan mayoritas penduduk Tiongkok tidak terima. Mereka membalas dengan memboikot produk-produk luar. Barang-barang milik H&M ditarik dari platform belanja online seperti Taobao, Alibaba, dan Pinduoduo. Perusahaan pemilik brand-brand yang masuk daftar hitam tersebut benar-benar terpukul. Dengan perekonomian yang membaik dan penduduk yang banyak, Tiongkok adalah pasar yang empuk untuk berdagang. Mungkin karena itulah beberapa brand menyatakan berkomitmen mendapatkan lagi kepercayaan penduduk Tiongkok.

Beberapa netizen membuat lelucon atas situasi saat ini. Terutama terkait dengan kerja keras yang harus dilakukan editor stasiun televisi. ’’Mereka pasti bekerja sangat keras. Saya rasa mereka tidak bisa tidur beberapa hari,’’ kata salah seorang netizen di Weibo.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (sha/c14/bay)




Close Ads