alexametrics

Ahli: Penyintas Covid-19 Bisa Disuntik Sinovac Usai 2 Minggu Sembuh

8 April 2021, 09:22:17 WIB

JawaPos.com – Vaksinasi untuk penyintas Covid-19 disarankan dilakukan setelah 3 bulan sembuh. Sebab tubuh masih memiliki antibodi selama 3 bulan. Berdasarkan pedoman saat ini, penyintas Covid-19 harus menunggu 90 hari setelah pemulihan sebelum mendapatkan suntikan.

Namun, Pakar Penyakit Menular dan Vaksin (VEP) Filipina dr. Rontgene Solante mengatakan pihaknya akan mengirimkan surat yang merekomendasikan agar para penyintas Covid-19 mendapatkan vaksinasi dua minggu setelah sembuh.

“Itu terlalu lama,” kata Solante seperti dilansir dari GMA Network, Kamis (8/4).

Baca juga: Penelitian Ungkap Vaksin Sinovac Tak Manjur jika Hanya Sekali Suntik

Dia menambahkan bahwa para ahli dari National Immunization Technical Advisory Group juga merekomendasikan para penyintas menunggu hanya dua minggu setelah pemulihan. Vaksinasi sudah bisa dilakukan setelah dua minggu. Khususnya bagi penyintas yang hanya mengalami tanpa gejala (OTG).

“Itu aman. Vaksin akan bekerja selama tidak ada gejalanya,” jelasnya.

Baca juga: Baru Mulai Vaksinasi Lansia dengan Sinovac, Tiongkok Disebut Main Aman

Solante mengatakan VEP meneruskan rekomendasinya ke Departemen Kesehatan (DOH). Filipina juga masih mempertimbangkan penggunaan vaksin Covid-19 Sinovac untuk lansia.

Dia menjelaskan bahwa meski tidak ada data tentang kemanjuran CoronaVac Sinovac pada individu yang berusia lebih dari 60 tahun, namun kekurangan stok vaksin AstraZeneca telah mendorong para ahli untuk mengevaluasi kembali dan menentukan apakah akan merekomendasikan penggunaan vaksin buatan Tiongkok tersebut atau tidak.

Namun, Solante mengatakan negara-negara seperti Tiongkok, Indonesia, Hongkong, dan Turki telah menggunakan CoronaVac pada orang yang berusia lebih dari 60 tahun berdasarkan data uji klinis fase 1 dan 2. Namun, Sinovac memang belum mengeluarkan data soal kemanjuran pada lansia.

“Saat ini, kami membutuhkan vaksin untuk mereka yang berusia 60 tahun ke atas,” katanya.

Solante mengatakan VEP akan menunggu DOH membuat pengumuman tentang masalah tersebut. Administrasi Makanan dan Obat sebelumnya menjelaskan bahwa data lengkap harus disajikan produsen sebelum regulator mengizinkan izin penggunaan darurat CoronaVac.

Saksikam video menarik berikut ini:

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani




Close Ads