alexametrics

Netanyahu Siap Mencaplok Pemukiman Ilegal Israel di Palestina

8 April 2019, 10:38:22 WIB

JawaPos.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, ia siap mencaplok pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat, Palestina jika ia memenangkan pemilu lagi. Dilansir dari Al Jazeera pada Minggu (7/4), Netanyahu membuat pernyataan dalam sebuah wawancara dengan Israel Channel 12 News pada hari Sabtu, tiga hari sebelum pemilihan umum Israel yang berlangsung 9 April.

Seperti dilansir Reuters, Netanyahu ditanya mengapa dia tidak memperluas kedaulatan ke pemukiman di Tepi Barat. Padahal Israel sudah mencaplok Yerusalem Timur dan Dataran Tinggi Golan tanpa pengakuan internasional selama perang 1967.

“Siapa bilang kita tidak akan melakukannya? Kami sedang dalam perjalanan menuju ke sana dan kami sedang mendiskusikannya,” jawab Netanyahu.

Netanyahu Siap Mencaplok Pemukiman Ilegal Israel di Palestina
Pemukiman ilegal Israel yang terus dibangun (Getty Images)

“Anda bertanya apakah kami akan pindah ke tahap berikutnya, jawabannya adalah ya, kami akan pindah ke tahap berikutnya. Saya akan memperluas kedaulatan Israel dan saya tidak membedakan antara blok pemukiman dan pemukiman terisolasi,” ujarnya.

Seorang analis politik Israel Mitchell Barak mengatakan, Netanyahu berbicara hal itu hanya sebagai upaya untuk meraih suara dalam pemilihan umum. “Apa pun yang terjadi dalam pemilihan, tetaplah dalam pemilihan. Saya tidak berpikir dia memiliki niat nyata untuk melakukannya,” kata Barak.

Namun banyak warga Palestina yang menanggapi kata-kata Netanyahu dengan serius, termasuk Aida Touma Suleiman, anggota Knesset yang mencalonkan diri untuk partai gabungan Arab Haddash Taal.

Menjelang pemilihan terakhir tahun 2015, Netanyahu juga membuat kontroversi dengan menyatakan bahwa jika terpilih, dia tidak akan pernah mendirikan negara Palestina. Ini merupakan pernyataan yang mengingkari janjinya terhadap dukungan sebelumnya yakni solusi dua negara.

“Semua orang mengira itu adalah pembicaraan Netanyahu selama pemilihan. Tetapi selama empat tahun dia selangkah demi selangkah hampir menyelesaikan misi yang dia nyatakan dalam kampanye. Menurut saya, dia akan mencaplok pemukiman itu,” kata Touma Suleiman.

Selama bertahun-tahun, laporan terus menyoroti aneksasi alias pencaplokan wilayah yang dilakukan Israel perlahan-lahan terhadap wilayah Palestina. Bahkan baru-baru ini, selama kunjungan Netanyahu ke Washington pada tanggal 25 Maret, Presiden AS Donald Trump menandatangani proklamasi yang mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan.

Israel telah menduduki Dataran Tinggi Golan sejak 1967 ketika merebut wilayah Syria bersama dengan Yerusalem Timur dan Tepi Barat. Banyak yang melihat langkah itu sebagai jalan pembuka aneksasi Tepi Barat berikutnya.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Dinda Lisna