alexametrics

Buntut Pesta saat Lockdown, Orang Dekat PM Inggris Pilih Mundur

8 Februari 2022, 08:01:26 WIB

JawaPos.com – Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson menunjuk dua pejabat baru. Johnson kekurangan staf setelah lima pegawainya mundur. Pengunduran diri mereka dilakukan hanya 24 jam setelah laporan awal penyelidikan Sue Gray terkait pesta-pesta di Downing Street No 10 saat lockdown tahun lalu diungkap kepada publik.

Beberapa pegawai yang mundur, antara lain, Kepala Staf Dan Rosenfield, Sekretaris Pribadi Martin Reynolds, Direktur Komunikasi Jack Doyle, dan Kepala Kebijakan Munira Mirza. Johnson menunjuk Menteri Kabinet Steve Barclay untuk menjadi kepala staf perdana menteri. Jabatan direktur komunikasi diserahkan kepada Guto Harri. Dia dulu adalah mantan koresponden BBC dan penasihat Johnson ketika masih menjadi wali kota London.

’’Perubahan ini akan meningkatkan cara kerja di Downing Street No 10, memperkuat peran kabinet dan rekan-rekan saya di parlemen, serta mempercepat misi kami untuk menaikkan level negara,’’ ujar Johnson seperti dikutip BBC.

Dia juga mempertimbangkan untuk melakukan perubahan lebih lanjut pada tim utamanya. Tokoh-tokoh senior Partai Konservatif mendesak Johnson agar mengubah susunan kabinetnya.

Pasca pengumuman, Barclay mencuit bahwa penunjukannya adalah suatu kehormatan. Namun, bagi beberapa pihak, langkah Johnson dipertanyakan. Jonathan Powell, mantan kepala staf Tony Blair, mempertanyakan bagaimana Barclay bisa melakukan peran itu saat masih menjadi anggota parlemen. Dia menggambarkan posisi Barclay saat ini hanya sebagai pekerjaan penuh waktu.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (sha/c6/bay)

Saksikan video menarik berikut ini: