alexametrics

Tersangka Penembakan Pangkalan Militer AS Merupakan Tentara Arab Saudi

7 Desember 2019, 22:18:13 WIB

JawaPos.com – Tentara anggota Pasukan Udara Kerajaan Arab Saudi yang menjalani latihan militer di Amerika Serikat menjadi tersangka penembakan di pangkalan militer Amerika Serikat di Florida, Jumat (6/12) pagi waktu setempat. Insiden berdarah itu menewaskan empat orang (termasuk pelaku) dan melukai delapan orang lainnya. Pelaku sendiri ditembak mati oleh polisi.

Pelaku dilengkapi dengan pistol dan tewas di tangan deputi polisi yang merespons insiden di Pangkalan Militer Angkatan Laut Pensacola.

Gubernur Florida, Ron DeSantis mengatakan tersangka merupakan warga negara Arab Saudi yang menjalani latihan di pangkalan tersebut sebagai bagian dari program Angkatan Laut jangka panjang yang terbuka untuk sekutu AS.

“Pemerintah Arab Saudi perlu melakukan yang terbaik bagi para korban. Mereka akan berutang di sini, mengingat ini adalah salah satu dari orang mereka,” kata DeSantis saat konferensi pers seperti dilansir Reuters.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan Raja Salman telah menghubunginya untuk menyampaikan belasungkawa dan simpati kepada korban. “Raja mengatakan bahwa rakyat Arab Saudi sangat marah atas aksi barbar pelaku penembakan,” cuit Trump di Twitter.

Melalui pernyataan Kedutaan Besar Arab Saudi di Washington, Raja Salman mengecam penembakan tersebut dan mengatakan layanan keamanan Arab Saudi akan berkoordinasi dengan lembaga AS untuk mengungkap penyebabnya.

“Pelaku kejahatan keji ini tidak mewakili rakyat Arab Saudi, yang menganggap warga Amerika Serikat sebagai teman dan sekutu juga,” kata Salman.

Di sisi lain, FBI mengatakan pihaknya memimpin penyelidikan insiden tersebut, yang berlangsung di dua lantai bangunan kelas di pangkalan untuk latihan. Penembak diduga bernama Mohammed Saeed Alshamrani dan berpangkat Letnan menurut pejabat AS yang akrab dengan kasus tersebut. Pejabat AS tersebut meminta identitasnya dirahasiakan.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Antara


Close Ads