JawaPos Radar | Iklan Jitu

Kesal, Dua Biarawati Tolak Jual Bekas Biara ke Katy Perry

07 Desember 2017, 06:15:59 WIB
Kesal, Dua Biarawati Tolak Jual Bekas Biara ke Katy Perry
()
Share this

JawaPos.com - Penyanyi kelas dunia Katy Perry dan Gereja Katolik mendapatkan ganti rugi hampir USD 10 juta setelah rencananya untuk membeli sebuah bekas biara di Los Angeles berakhir di pengadilan.

Perry setuju untuk membeli bekas biara itu yang terletak puncak bukit seharga USD 14,5 juta pada tahun 2015. Tapi dua biarawati yang dulu tinggal di sana keberatan. Malah kedua biarawati itu menjualnya ke Dana Hollister, seorang pemilik restoran, tanpa persetujuan keuskupan agung.

Bulan lalu, seorang hakim telah menemukan bukti bahwa Hollister dengan sengaja mengganggu rencana pembelian yang direncanakan Perry. Pengusaha tersebut melakukan pembelian properti delapan hektar bekerja sama dengan Suster Rita Callanan dan Catherine Rose Holzman.

Seperti dilansir BBC, Selasa, (5/12), kedua biarawati itu bersikeras bahwa mereka memiliki hak untuk menjualnya. Berbeda dengan Perry yang akan membeli dengan harga jutaan dolar, Hollister hanya membayar USD 44.000, dengan kesepakatan untuk membayar USD 9,9 juta setelah tiga tahun.

Para suster mengatakan, mereka tidak nyaman untuk menyerahkan bekas biara tersebut kepada Perry. Walaupun Perry berasal dari latar belakang gereja, ia dikenal karena lagu-lagu provokatif seperti I Kissed A Girl dan California Gurls.

Mereka menolak berubah pikiran, bahkan setelah Perry mengunjungi mereka untuk memohon. Perry bahkan menunjukkan tato Yesus di pergelangan tangannya dan membawakan lagu pujian Injil. Namun kedua biarawati itu menolaknya.

"Saya menemukan video Perry. Saya tidak senang," kata Suster Rita Callanan kepada Los Angeles Times.

Namun gereja dan pengacara Perry berpendapat bahwa para suster tidak memiliki hak untuk menjual properti yang dikosongkan pada tahun 2011. Mereka tidak mendapatkan berkat hukum yang dari Uskup Agung Jose Gomez dan Vatikan dengan harus menyetujui penjualan properti apa pun dengan harga lebih dari USD 7,5 juta.

Hakim Pengadilan Tinggi memutuskan untuk mendukung gereja tersebut awal tahun ini. Hollister seharusnya sadar bahwa pembeliannya tidak sah.

Pengadilan menemukan bahwa pengusaha itu bersikeras karena ingin mengubah tempat itu menjadi sebuah hotel. Pada hari Senin, Hollister juga diperintahkan untuk membayar USD 10 juta untuk ganti rugi. Sebanyak dua pertiga diberikan kepada Gereja Katolik dan sepertiganya diberikan pada Perry.

Editor           : Dyah Ratna Meta Novia
Reporter      : (BBC/ce1/iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini