alexametrics

Usai Bunuh 16 Rekannya, Nelayan Korea Utara Membelot ke Korea Selatan

7 November 2019, 20:02:34 WIB

JawaPos.com – Dua nelayan Korea Utara melakukan perbuatan keji. Mereka diduga melakukan pembunuhan terhadap 16 rekannya di kapal di tengah laut. Kemudian, keduanya sepakat membelot ke Korea Selatan. Seperti dilansir BBC, mereka melintasi perbatasan laut Korut dan Korsel pada Sabtu (2/11) lalu.

Hanya saja, usahanya untuk menetap dan menjadi Warga Negara Korsel gagal. Keduanya justru ditahan pihak berwenang Korsel dan kemudian dikembalikan ke Korut. Dalam prosesnya, keduanya diperlakukan sebagai penjahat, bukan pembelot, sebelum dipulangkan kembali ke Korut.

Pemerintah Korsel biasanya memang memberikan suaka kepada para pembelot dari Korut. Namun, dalam kasus tersebut, Korsel menolaknya karena kedua nelayan tersebut dinilai bisa menjadi ancaman bagi keamanan nasional.

Menurut kantor berita Yonhap, mengutip penjelasan dari para pejabat Korsel, keduanya mengaku dengan dibantu seorang pria lain telah membunuh kapten kapal pada akhir Oktober lalu karena perlakuannya yang keras. Mereka kemudian membunuh Anak Buah Kapal (ABK) lain satu per satu hingga total 16 orang. Mayat-mayat itu kemudian dibuang ke laut.

Ketiganya awalnya kembali ke Korut. Namun, ketika salah satu dari mereka ditangkap oleh polisi setempat di pelabuhan, dua lainnya memutuskan untuk melarikan diri dengan kapal mereka dan menuju ke Korsel.

Kementerian Unifikasi Korsel di Seoul mengatakan kepada BBC bahwa pemerintah Korsel tidak bisa mempercayai niat kedua nelayan Korut tersebut untuk membelot. Pemerintaj Korsel akhirnya memutuskan untuk tidak membiarkan keduanya tetap tinggal di Korsel sehingga dipulangkan ke Korut.

Kedua nelayan yang berusia 20 tahun itu diserahkan ke Korut di desa perbatasan Panmunjom di zona demiliterisasi. Ini adalah deportasi pertama Korsel ke Korut melalui Panmunjom. Seperti diketahui tidak ada perjanjian ekstradisi antara Korsel dan Korut.

Editor : Edy Pramana



Close Ads