alexametrics

Ahli Sebut Bahaya, Warga Singapura Nekat Beli Ivermectin Untuk Covid

7 September 2021, 13:09:31 WIB

JawaPos.com – Sejumlah warga Singapura tetap nekat berburu obat Ivermectin untuk menyembuhkan pasien Covid-19. Padahal, obat ini sejatinya digunakan untuk mengobati infeksi parasit dan cacing hati pada hewan, seperti anjing dan kuda.

Ivermectin juga tidak dapat dibeli secara bebas dan hanya bisa didapat melalui resep dokter. Namun, warga tetap memesan obat tersebut dalam jumlah banyak.

Salah satunya dilakukan oleh seorang warga bernama Tan. Ia membeli lima kotak berisi 100 pil Ivermectin masing-masing seharga USD 65.

Tan minum satu dosis seminggu Ivermectin sebagai tindakan pencegahan terhadap Covid-19. Selain itu, ia juga berbagi dosis dengan empat teman dan anggota keluarga.

Keputusan Tan dan warga Singapura lainnya untuk mengobati sendiri dengan Ivermectin mencerminkan tren di berbagai negara di seluruh dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Maret tahun ini memperingatkan bahwa Ivermectin belum bisa disebut sebagai obat virus Korona resmi meski sudah pernah menjalani uji klinis.

Salah satu produsen obat, Merck, juga dilaporkan menyatakan bahwa tidak ada dasar ilmiah untuk penggunaan Ivermectin dalam mengobati Covid-19. Penggunaannya yang tidak tepat dapat menyebabkan masalah kesehatan.

Toh, peringatan ini tidak menghalangi warga seperti Tan yang tidak mempercayai vaksin.

Pengguna Ivermectin lain di Singapura, yang tidak ingin disebutkan namanya, juga melakukan hal serupa. “Sebagai orang yang tidak divaksinasi, adalah tindakan bijaksana bagi kita untuk mengambil pencegahan alternatif,” katanya seperti dilansir dari Today Online, Selasa (7/9).

Calon pengguna Ivermectin lainnya, Ng Syn Jae, mengatakan bahwa meskipun obat tersebut dapat digunakan untuk hewan, ada dosis yang dimaksudkan untuk dikonsumsi manusia.

 

Ahli Sebut Bahaya

 

Para ahli Singapura setuju dengan WHO bahwa tidak ada dasar untuk percaya bahwa obat itu adalah obat yang efektif melawan Covid-19. Associate Professor Sophia Archuleta, yang merupakan kepala divisi penyakit menular di National University Hospital (NUH), mengatakan bahwa rumah sakit tidak menggunakan Ivermectin sebagai pengobatan Covid-19.

Tim medis belum melihat pasien yang meminta obat atau dirawat dengan efek samping yang terkait dengan penggunaannya.

“Berbahaya untuk mengonsumsi obat-obatan yang manfaatnya belum terbukti untuk kondisi medis apa pun, terutama karena saat ini kami memiliki pengobatan lain yang terbukti efektif untuk Covid-19 (seperti) remdesivir atau deksametason,” kata Assoc Prof Archuleta.

“Vaksinasi tetap menjadi metode pencegahan yang paling efektif,” tegasnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads