JawaPos Radar

Israel Marah Paraguay Pindahkan Kedutaannya ke Tel Aviv Lagi

07/09/2018, 05:10 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
paraguay
Paraguay akan memindahkan kedutaannya di Israel kembali ke Tel Aviv. Seperti dilansir Al Jazeera pada Kamis, (6/9), Paraguay membalikkan keputusan yang diperdebatkan beberapa bulan lalu untuk memindahkan kantor diplomatiknya ke Yerusalem (Bonds and Loans)
Share this

JawaPos.com - Paraguay akan memindahkan kedutaannya di Israel kembali ke Tel Aviv. Seperti dilansir Al Jazeera pada Kamis, (6/9), Paraguay membalikkan keputusan yang diperdebatkan beberapa bulan lalu untuk memindahkan kantor diplomatiknya ke Yerusalem.

"Paraguay ingin berkontribusi pada intensifikasi upaya diplomatik regional untuk mencapai perdamaian yang luas, adil dan abadi di Timur Tengah," kata Menteri Luar Negeri Luis Alberto Castiglioni.

Sebagai tanggapan, Israel mengumumkan akan menutup kedutaannya di Paraguay dan memanggil kembali duta besarnya. Israel marah dengan keputusan Paraguay yang mau memindahkan kedutannya kembali ke Tel Aviv.

paraguay
Kota Suci Yerusalem masih jadi perebutan Israel dan Palestina (Guardian)

Palestina akan segera membuka kedutaan di Paraguay. Menteri Luar Negeri Palestina Riyad Al Maliki mengatakan, ia memuji perubahan pikiran Paraguay sebagai pencapaian diplomatik Palestina yang baru. Mantan Presiden Paraguay Horacio Cartes melakukan perjalanan ke Yerusalem untuk meresmikan kedutaan pada bulan Mei. Namun, pengganti Cartes, Mario Abdo Benitez, yang juga anggota partai konservatif Colorado, mengambil alih kekuasaan bulan lalu dan membatalkan keputusan tersebut.

Pada bulan Desember, Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, membalikkan beberapa dekade kebijakan Amerika dan mengecewakan dunia Arab dan sekutu Barat. AS membuka kedutaan baru di Kota Suci Yerusalem pada 14 Mei.

Dua hari kemudian, Guatemala juga membuka kedutaan besarnya di Yerusalem. Keputusan oleh tiga negara itu dipuji sebagai kemenangan politik oleh Israel karena menekan negara-negara lain untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukotanya.

Tapi relokasi itu memancing kemarahan Palestina dan internasional. Protes mematikan di Gaza dan Tepi Barat juga terjadi. Para pemimpin Palestina melihat Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka dan mengatakan langkah Trump mendiskualifikasi Washington sebagai mediator perdamaian.

Presiden AS sebelum Trump dan hampir setiap negara lain menahan diri dari membuka kedutaan besar di Yerusalem. Mereka mengatakan, status terakhir Kota Yerusalem harus diselesaikan melalui negosiasi Israel-Palestina.

Beberapa waktu lalu Netanyahu mengatakan, ia menghargai keputusan Bulgaria untuk membuka konsulat kehormatan di Yerusalem. “Dan saya harap, saya harap, saya berharap ini adalah langkah pertama menuju pembentukan kedutaan Bulgaria di Yerusalem," ujarnya.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up