JawaPos Radar

Langkah Kemenpar Untuk Amankan Pariwisata Pascagempa Lombok

07/08/2018, 16:18 WIB | Editor: Ilham Safutra
Langkah Kemenpar Untuk Amankan Pariwisata Pascagempa Lombok
Wisatawan asing yang di Lombok dievakuasi pascagempa 7 SR. (Ivan/Lombok Pos/Jawa Pos Group)
Share this image

JawaPos.com - Gempa yang mengguncang Lombok pada Minggu (5/8) malam dikhawatirkan berdampak dunia pariwisata. Akan tetapi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyatakan bahwa pariwisata di Lombok dan Bali tetap kondusif.

Kepala Bagian Manajemen Krisis Kepariwisataan Dessy Ruhati mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pemangku kepentingan pariwisata, dan badan penanggulangan bencana.

Dia menyatakan, tidak ada wisatawan yang terluka atau terkena dampak gempa. "Kami mendorong wisatawan untuk tetap tenang dan waspada," katanya kemarin.

Langkah Kemenpar Untuk Amankan Pariwisata Pascagempa Lombok
Warga Lombok menyelamatkan barang-barang berharga yang masih tersisa setelah diguncang gempa 7 SR (SIRTU/LOMBOK POST/Jawa Pos Group)

Menpar Arief Yahya pun memerintahkan agar fokus pada manajemen krisis di Lombok dan Bali. "Saya pantau permintaan orang keluar Lombok dan Bali via airlines dan airports, baik di Lombok maupun Bali," kata Arief kemarin. Dia pun meminta maskapai agar bisa mempermudah layanan perubahan jadwal.

Di sektor udara, PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Lombok Praya mengoperasikan bandara selama 24 jam. Itu berlaku hingga Kamis (9/8). Hal tersebut merupakan langkah mendukung operasi bantuan kemanusiaan untuk korban gempa NTB.

Selain itu, bandara dioperasikan selama 24 jam untuk memfasilitasi banyaknya permintaan extra flight. "Terkait penambahan waktu operasi ini, kami juga memberikan prioritas pada pesawat pengangkut bantuan kemanusiaan," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi.

Beberapa maskapai juga menyatakan beroperasi normal. Garuda Indonesia, misalnya. Garuda Indonesia memastikan seluruh penerbangannya dari dan menuju Lombok berlangsung normal.

"Seluruh penerbangan Garuda Indonesia tersebut berjalan lancar mengingat seluruh infrastruktur penunjang pada layanan kebandaraan di Lombok tetap beroperasi dengan normal dan status bandara yang tetap dibuka. Penerbangan Garuda Indonesia untuk sektor penerbangan Denpasar juga tetap berlangsung," kata VP Corporate Secretary PT Garuda Indonesia Hengki Heriandono. 

(lyn/wan/agf/c10/tom)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up