alexametrics

Dubes Jepang Ungkap 5 Rahasia di Balik Pose Kuliner yang Menggemaskan

7 Juni 2019, 10:30:01 WIB

JawaPos.com – Ekspresi lucu selalu terlihat pada wajah Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Ishii Masafumi, ketika menyantap menu Indonesia. Rasa suka dan kecintaannya pada kuliner Nusantara terlihat dari setiap pose makan siangnya di ruang kerjanya. Dubes Ishii memang dikenal warganet sebagai sosok yang bersahabat. Sehingga setiap posenya selalu mencuri perhatian.

Misalnya, ketika Dubes Ishii mengaduk sambal dengan menuangkan kuah mi ayam. Netizen langsung menanggapi beragam. Warganet terkagum dengan cara makan Dubes Ishii yang unik. Atau ketika sang Dubes menunjuk peta dari mana makanan itu berasal, kemudian ketika dia berpose seperti wayang, berpose memegang bola, berpose memegang properti astronot, dan masih banyak lagi.

Di balik gambar (behind the picture) tentu ada rahasia menarik yang dipersiapkan oleh Dubes Ishii dan tim Kedutaan Besar. Dalam wawancara eksklusif dengan JawaPos.com, baru-baru ini, Dubes Ishii mengungkapkan sejumlah rahasia yang menjadi pertanyaan para warganet.

Misalnya dari mulai siapa pengarah gayanya, bagaimana Dubes Ishii mendapatkan menu makan siangnya, apa menu favorit Pak Dubes, hingga pandangan seorang Dubes terhadap kuliner Indonesia.

Duta besar Jepang untuk Indonesia, Ishii Masafumi, mengaku gaya yang dilakukannya saat makan adalah atas dasar spontanitas. (Dok Instagram @jpnambsindonesia)

1. Gaya dan Pose Dilakukan Spontan

Dubes Ishii mengaku banyak pose dan gaya yang dilakukan saat makan adalah atas dasar spontanitas. Sehingga yang nampak di media sosial adalah tampilan alami sesuai kepribadiannya. Meski begitu, tetap ada usulan dari timnya agar mengemas tampilan unggahan di media sosial menjadi lebih menarik.

“Saya biasa, berbicara dengan tim saya, soal gaya dan inspirasi ungtuk foto. Dan idenya muncul dari percakapan dengan tim saya. Setiap sesi foto mungkin ada masukan dari tim saya, tim saya menyiapkan. Atau kalau ada ide menarik, saya ambil. Biasanya sih spontan saja. Bukan direncanakan jauh-jauh hari,” jelas Dubes Ishii.

Dengan konsep foto makan Before and After, Dubes Ishii mencoba konsisten melakukannya. Sebetulnya tak hanya di ruang kerja, terkadang dirinya juga suka makan masakan Indonesia di restoran.

“Iya mungkin hampir semua posting saya semua seperti itu (Before and After). Kadang-kadang ada foto saya sedang makan,” tuturnya.

2. Cara Memperoleh Makanan Indonesia

Jika menelusuri akun Instagram Pak Dubes, rasanya hampir semua menu sudah dicicipi olehnya. Setiap hari berganti dengan menu yang beragam. Ternyata, dia mendapatkannya dengan meminta tim menghubungi jasa delivery (antar pesanan).

“Kebanyakan order online, banyak menu yang unik-unik. Saya minta tolong ke staf protokol saya, agar mereka order menu yang belum saya coba. Staf pilih menu yang belum pernah dicoba. Dan mungkin jasa delivery-nya juga berbeda,” kata Dubes Ishii.

3. Menu Favorit, Petai, dan Jengkol

Dubes Ishii sulit memilih ketika ditanya apa menu Indonesia favoritnya. Ketika disuguhkan tawaran 3 sampai 5 menu favorit, sang Dubes mengaku terlalu banyak makanan yang disukainya. Sebab, kata dia, banyak masakan Indonesia yang memiliki rasa yang beragam sesuai dengan keragaman budaya yang tercermin pada setiap menu.

“Wah susah sekali memilih 3-5, karena sangat beragam dan saya belum mengeksplor semua menu. Mungkin jawaban saya terdengar diplomatik ya, setiap masakan ada keunikan dan keenakannya,” ungkapnya tertawa.

Ternyata, Dubes Ishii juga sedikit tahu soal menu-menu unik beraroma tajam khas Nusantara. Misalnya seperti petai dan jengkol. Rasanya dia pernah mengonsumsinya namun tak tahu persis apa namanya.

“Mungkin saya rasanya pernah makan, yang agak keras teksturnya. Rasanya seperti dipanggang, diiris. Makan jengkol atau petai mentah? Tantangan? Oh tentu berani, saya terbuka dengan berbagai tantangan,” kata Dubes Ishii tertawa.

Hanya saja, Dubes Ishii sulit untuk menggonsumsi menu yang terlalu pedas. Tingkat atau level pedas yang masih dirasa sesuai dengan selera Pak Dubes adalah berbagai menu sambal dan nasi Padang.

“Saya sulit makan masakan yang sangat pedas sekali. Tapi seperti mungkin bisa dilihat akun Instagram saya, saya suka makan sambal. Atau pedasnya masakan Padang saya suka. Gudeg Jogja saya suka manis asinnya seperti itu. Sambal favorit saya pernah makan di Balikpapan, sambal mentah seperti dipanggang yang membuat rasanya lebih gurih,” tuturnya.

4. Pandangan Dubes Ishii Soal Potensi Kuliner Indonesia

Setiap daerah di Indonesia punya menu khas. Indonesia juga terletak berbatasan langsung dengan negara Asia Tenggara lainnya. Maka sempat pula muncul berbagai isu klaim menu Indonesia. Menanggapi potensi kuliner Indonesia, Dubes Ishii mengusulkan agar Indonesia memiliki beberapa menu yang kuat sebagai citra khas Indonesia. Dia mencontohkan Thailand terkenal dengan Tom Yam, atau Jepang dengan Sushi. Meski semua itu tak harus dilabeli dengan hak paten.

“Mau ambil paten atau tidak itu, pilihan untuk masy Indonesia. Tapi, saya pribadi berpikir kalau masakan Indonesia ingin disebarluaskan di seluruh dunia, mungkin lebih baik. Biar siapapun bisa masak makanan Indonesia di mana-mana. Jepang juga tak menuntut hak paten atas sushi, Mungkin masakan Thai masakan negara lain juga sama seperti itu. Mungkin salah satu tantangan utk masakan Ina supaya bisa menjadi populer di dunia, apakah mereka bisa menciptakan 1 menu yang tipikal masakan Indonesia,” ujarnya.

Dubes Ishii mencontohkan resto Plataran Menteng yang menyajikan menu nusantara juga sudah membuka cabang di Jepang. Maka dengan upaya-upaya memperkenalkan menu Indonesia ke mancanegara akan semakin dikenal masyarakat dunia. Sebab dia meyakini bahwa kuliner sangat efektif sebagai diplomasi budaya. Apalagi masakan Indonesia, kata dia, enak, bergizi, dan beragam.

5. Kemungkinan Jadi Vlogger

Para netizen dalam sejumlah komentarnya mendorong Pak Dubes untuk membuat video blog atau menjadi Vlogger (YouTuber). Menanggapi tawaran itu, Dubes Ishii mengaku belum memiliki pertimbangan ke arah sana. Dia belum terlalu memperhatikan respons para warganet yang memintanya untuk menjadi vlogger kuliner.

“Saat ini saya belum terlalu aware ya apa reaksi dari follower saya, tapi memang YouTube cara efektif untuk menyampaikan berbagai kampanye positif ke masyarakat generasi muda. Tapi untuk hal itu saya harus bisa bahasa Indonesia dulu,” tutupnya tertawa.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Saya sangat suka singkong chips. Mantan personal assistant saya sering beli dan bawa ke kantor karena dia sudah tahu saya sangat suka jajanan iniπŸ πŸ˜‰ Serie baru jajanan dubes dimulai!. キャッァバチップスはむンドネシをにζ₯γ¦εˆγ‚γ¦ηΎŽε‘³γ—γ•γ‚’ηŸ₯γ‚ŠγΎγ—γŸγ€‚γƒγƒ†γƒˆγƒγƒƒγƒ—γ‚Ήγ‚ˆγ‚Šγ‚‚γ‚­γƒ£γƒƒγ‚΅γƒγƒγƒƒγƒ—γ‚Ήζ΄Ύγ§γ™πŸΏπŸΏπŸΏγƒ©γƒ³γƒγ‚·γƒͺγƒΌγ‚Ίγ«ηΆšγγŠγ‚„γ€γ‚·γƒͺーズも始めてみます。 #jajandubes#teamsingkongchips#seriejajan#dubesjepang #dutabesarjepang #dubesishii#makansiangdubes#ishiitaishi#exploreindonesia#makanankhasindonesia#ジャカルタ#むンドネシを#jpnambsindonesia

Sebuah kiriman dibagikan oleh Ambassador Ishii Masafumi (@jpnambsindonesia) pada

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads