alexametrics

Israel Dinilai Sengaja Tembak Mati Paramedis Cantik Palestina

7 Juni 2018, 13:30:44 WIB

JawaPos.com – Menanggapi kematian seorang paramedis cantik Palestina bernama Razan Al Najjar, Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Rofi Munawar mengatakan, Israel merencanakan penembakan tersebut.

Menurutnya, hingga saat ini Israel terus melakukan pembunuhan terhadap warga Palestina dari beragam profesi dan latar belakang. “Israel ini seperti melakukan pembunuhan masal atas nama negara. Atas dalih mempertahankan diri, negara zionis itu membunuh siapapun yang ada di hadapan mereka. Anak-anak, ibu-ibu, wartawan hingga perawat,” kata Rofi Munawar beberapa hari lalu.

Razan ditembak mati oleh tentara Israel pada Jumat (1/6). Kematian Razan menambah jumlah warga Palestina yang tewas akibat peluru Israel dengan total 124 sejak akhir Maret lalu.

Israel Dinilai Sengaja Tembak Mati Paramedis Cantik Palestina
Konflik Israel-Palestina kian memanas sejak AS pindahkan kedutaannya ke Yerusalem (Infografis: Kokoh Praba Wardani/Jawapos.com)

“Protes yang dilakukan oleh Warga Palestina dalam rangka memperingati hari Nakba di perbatasan Gaza juga pecah akibat pemindahan Kedutaan AS ke Yerusalem secara jelas dan nyata,” terang Rofi.

Protes ini membuat Israel kalap dan gelap mata. “Korban sudah banyak yang berjatuhan, namun kesekian kali dunia diam,” kecam Anggota DPR RI dari Fraksi PKS tersebut.

Ia juga mengatakan, Razan pada saat itu menggunakan atribut medis dan dalam posisi tidak melakukan perlawanan. Tapi tentara Israel tetap saja melepaskan tembakan kepada wanita berusia 21 tahun tersebut.

Atas penembakan itu, Israel sudah sepantasnya mendapatkan hukuman yang berat karena secara jelas telah melanggar Konvensi Jenewa tahun 1949. “Dalam konvensi tersebut menegaskan bahwa paramedis mendapat perlindungan ketika berusaha menyelamatkan mereka yang terluka dalam konflik,” terangnya.

Perlu diketahui, perlindungan terhadap petugas kesehatan pada saat di medan perang dapat ditemui dalam pasal-pasal Konvensi Jenewa dan Protokol tambahannya. Sebagaimana diatur dalam Pasal 11, Pasal 24-27, Pasal 36, dan Pasal 37 Konvensi Jenewa maka petugas kesehatan harus dihormati dan dilindungi dalam segala keadaan.

Di antaranya adalah, seseorang yang ditugaskan, baik permanen maupun sementara, semata-mata untuk pekerjaan medis (mencari, mengumpulkan, mengangkut, membuat diagnosa dan merawat orang yang cedera, sakit, korban kapal karam dan untuk mencegah penyakit). Mereka itu adalah dokter, perawat, juru rawat, pembawa usungan.

Kemudian, seseorang yang ditugaskan, baik permanen maupun sementara, semata-mata untuk mengelola atau menyelenggarakan kesatuan medis atau pengangkutan medis. Mereka itu adalah administrator, pengemudi, juru masak dan lain-lain.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : (iml/JPC)



Close Ads
Israel Dinilai Sengaja Tembak Mati Paramedis Cantik Palestina