JawaPos Radar

Vatikan Bantah Buat Perjanjian dengan Saudi Bangun Gereja

07/05/2018, 12:10 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Vatikan Bantah Buat Perjanjian dengan Saudi Bangun Gereja
Vatikan membantah membuat perjanjian dengan Saudi untuk membangun gereja di Saudi (Telegraph)
Share this image

JawaPos.com - Vatikan membantah membuat kesepakatan dengan Arab Saudi untuk membangun gereja bagi umat Kristen di Saudi. Laporan di media Timur Tengah mengklaim perjanjian bersejarah telah dibuat antara Kardinal Jean-Louis Tauran dan Mohammed bin Abdel Karim Al-Issa pada kunjungan Kardinal Jean Louis ke Saudi pertengahan April lalu.

Seperti dilansir Dailymail pada Sabtu (5/5), perwakilan Vatikan telah membantah rumor tersebut. Tidak ada gereja Kristen di Saudi.

Saudi, satu-satunya negara yang tidak memiliki satu pun gereja. Kardinal telah mengunjungi Saudi tahun ini dan bertemu keluarga Kerajaan Saudi. Dalam kunjungan tersebut, Kardinal diajak ke Arab Saudi Etidal Center yang berbasis di Riyadh.

Vatikan Bantah Buat Perjanjian dengan Saudi Bangun Gereja
Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman (MBS) sering melakukan dialog antar agama untuk mengubah citra konservatif Saudi (AFP)

Etidal Center adalah pusat global untuk memerangi ideologi ekstremis yang dikelola Saudi. Mereka berdiskusi bersama tentang penggunaan media dan teknologi untuk mencegah perekrutan ideologi ekstremis dan mendorong toleransi.

"Saya pikir kami memiliki dua musuh yakni ekstremisme dan ketidaktahuan," kata Tauran sambil memuji Etidal Center yang didirikan pada 2017.

Tauran mengatakan, sebagian besar waktu orang bereaksi karena mereka tidak tahu siapa anda atau siapa mereka. Tauran, dilihat sebagai promotor dialog yang energik antara Gereja Katolik Roma dan Islam. Ia juga bertemu Raja Salman di Ibu Kota Riyadh.

Para pemimpin Saudi telah bertemu dengan pemimpin Kristen dalam beberapa bulan terakhir. Pada November, Kepala Gereja Maronite Lebanon, Beshara Rai bertemu Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed Bin Salman (MBS) dalam kunjungan bersejarah ke Riyadh.

MBS juga dilaporkan bertemu dengan sekelompok pemimpin Yahudi dan Katolik dalam kunjungannya ke New York baru-baru ini. Mereka melakukan dialog antaragama yang langka.

Pewaris takhta Saudi, MBS berusaha keras memproyeksikan citra moderat kerajaannya yang selama ini dianggap kolot dan keras. Oleh karena itu, ia sering melakukan dialog antaragama, termasuk mengunjungi gereja di Mesir.

(ina/ce1/trz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up