alexametrics

Bocorkan Pembelian 36 Pesawat Jet, India Tuntut Surat Kabar The Hindu

7 Maret 2019, 14:00:15 WIB

JawaPos.com – Jaksa Agung India K.K. Venugopal mengatakan kepada Mahkamah Agung pada hari Rabu (6/3) bahwa pihaknya dapat mengajukan kasus pidana terhadap surat kabar The Hindu. Pasalnya, surat kabar tersebut dituduh menerbitkan dokumen pemerintah yang dicuri tentang kesepakatan untuk membeli 36 jet Rafale dari Prancis.

Venugopal berpendapat bahwa dokumen-dokumen yang diterbitkan oleh The Hindu tidak boleh diperiksa oleh pengadilan, yang mempertimbangkan permintaan pemohon untuk meninjau kembali bagaimana kesepakatan itu diberikan. Ia menuding dokumen itu dicuri.

pesawat jet, surat kabar, india, the hindu,
India telah memerintahkan pembelian pesawat jet dengan biaya total USD 8,7 miliar dari Dassault Aviation Prancis sebagai bagian dari program modernisasi angkatan udara (Reuters)

Dia menambahkan, pemerintah sedang mempertimbangkan penuntutan kepada The Hindu di bawah tindakan untuk melindungi rahasia pemerintah. N. Ram, penulis serangkaian artikel yang mengutip dokumen dan Kepala The Hindu Publishing Group mengatakan, mereka mempublikasikan itu untuk kepentingan umum.

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Apa yang kami terbitkan adalah sah dan kami mendukungnya,” kata Ram kepada Reuters pada Kamis (6/3).

India telah memerintahkan pembelian pesawat jet dengan biaya total USD 8,7 miliar dari Dassault Aviation Prancis sebagai bagian dari program modernisasi angkatan udara yang secara bertahap menghapuskan pesawat era Soviet-nya.

Tetapi kesepakatan itu telah mendapat tuduhan dari partai oposisi utama India. Pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi dituduh membayar terlalu banyak.

The Hindu, salah satu surat kabar Inggris tertua dan paling banyak dibaca di India, menulis lima laporan selama beberapa minggu terakhir yang mengutip dokumen internal pemerintah tentang proses pengadaan dan penetapan harga.

Mereka yang dinyatakan bersalah melanggar Undang-Undang Rahasia Rahasia era kolonial, yang tetap tercantum dalam buku-buku setelah kemerdekaan India dari Inggris pada tahun 1947. Terdakwa bisa  menghadapi hukuman penjara hingga 14 tahun.

Undang-undang tersebut telah digunakan untuk memenjarakan jurnalis pada masa lalu, dan ditentang oleh kelompok-kelompok HAM karena mereka mengatakan itu melanggar kebebasan berbicara.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Verryana Novita Ningrum

Bocorkan Pembelian 36 Pesawat Jet, India Tuntut Surat Kabar The Hindu