alexametrics

Suami dan Anak Diikat, Seorang Ibu Diperkosa Ramai-ramai

7 Januari 2019, 14:35:23 WIB

JawaPos.com – Sebuah pengadilan di Bangladesh telah menjebloskan tujuh pria dalam tahanan, termasuk seorang pemimpin lokal Partai Liga Awami yang berkuasa, atas dugaan pemerkosaan.

Dilansir dari BBC pada Senin (7/1), seorang ibu dari empat anak diduga diperkosa oleh mereka karena dia memilih memberikan suaranya kepada partai oposisi yakni Partai Nasionalis Bangladesh dalam pemilihan pekan lalu.

Orang-orang itu membantah tuduhan itu, namun pemimpin Liga Awami telah diusir dari partai. Liga Awami memenangkan kemenangan besar dalam pemilihan hari Minggu lalu. Namun sepanjang pemilu berlangsung dirusak oleh kekerasan, intimidasi, dan klaim kecurangan suara. Setidaknya 17 orang tewas dalam bentrokan antara partai yang berkuasa dan pendukung oposisi.

pemerkosaan, perkosa, bangladesh,
Para perempuan ramai-ramai protes pemerkosaan (AP)

Suami wanita itu mengajukan pengaduan pekan lalu dengan mengatakan, sekelompok pria memaksa masuk ke rumah keluarganya di Distrik Noakhali. Sejumlah pria itu mengikatnya dan keempat anaknya. Lalu menyerang istrinya secara seksual di tengah malam.

Tetangga membantu keluarga setelah para penyerang pergi. Perempuan 35 tahun itu dibawa ke rumah sakit. Menurut laporan, dia diduga telah diperingatkan oleh para pria sebelumnya saat berada di pusat pemungutan suara, untuk tidak memilih kandidat dari partai oposisi.

Sejak insiden itu, kelompok-kelompok oposisi telah mengadakan protes keras di Ibu Kota Dhaka dan di Noakhali. Mereka sekarang meminta partai yang berkuasa untuk meminta maaf atas nama orang-orangnya.

“Pemimpin dan aktivis yang tak terhitung jumlahnya terluka dalam serangan sebelum dan sesudah pemilihan, dan bahkan seorang ibu dari empat anak tidak terhindar dari kebrutalan pemerkosaan geng,” ujar perwakilan dari Partai Nasionalis Bangladesh, Mirza Fakhrul Islam Alamgir.

Para pemimpin Liga Awami setempat telah membantah tuduhan terhadap mereka dan para pendukung mereka, tetapi memutuskan pada hari Jumat untuk mengeluarkan Amin setelah penangkapannya.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Dinda Lisna, Verryana Novita Ningrum

Suami dan Anak Diikat, Seorang Ibu Diperkosa Ramai-ramai