JawaPos Radar | Iklan Jitu

Turki tak akan Biarkan Pembunuh Khashoggi Lolos

06 Desember 2018, 17:43:11 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
khashoggi, khashoggi dibunuh, wartawan, turki,
Pemerintah Turki tidak akan membiarkan pembunuh Jamal Khashoggi lolos begitu saja. Kemarin (5/12) Kejaksaan Istanbul menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Saud Al Qahtani dan Jenderal Ahmed Al Asiri (Samarew)
Share this

JawaPos.com – Pemerintah Turki tidak akan membiarkan pembunuh Jamal Khashoggi lolos begitu saja. Kemarin (5/12) Kejaksaan Istanbul menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Saud Al Qahtani dan Jenderal Ahmed Al Asiri. Dua-duanya adalah orang dekat Pangeran Muhammad bin Salman (MBS). Bersamaan dengan itu, Senat Amerika Serikat (AS) mendesak Presiden Donald Trump menindak tegas Arab Saudi.

’’Masyarakat internasional meragukan komitmen Saudi untuk memproses hukum para pelaku pembunuhan keji tersebut,’’ ujar seorang pejabat Kejaksaan Istanbul kepada Reuters kemarin (5/12). Karena itulah, Turki lantas berinisiatif menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Qahtani dan Asiri. Bukti-bukti yang dimiliki Turki mengarah pada keterlibatan Qahtani dan Asiri.

Melalui surat perintah penangkapan itu, Turki bisa memaksa Saudi melakukan ekstradisi. Mau tak mau, Riyadh menyerahkan Qahtani dan Asiri ke Turki untuk menjalani pemeriksaan.

khashoggi, khashoggi dibunuh, wartawan, turki,
Melalui surat perintah penangkapan itu, Turki bisa memaksa Saudi melakukan ekstradisi. Mau tak mau, Riyadh menyerahkan Qahtani dan Asiri ke Turki untuk menjalani pemeriksaan (AFP)

Tapi, Turki tidak hanya membidik Qahtani yang merupakan penasihat monarki dan tangan kanan MBS atau Asiri yang menjabat wakil kepala intelijen asing. Dalam waktu dekat, menurut Al Jazeera, Turki merilis surat penangkapan lagi.

Turki sadar, jika dibiarkan, peluang Saudi menghukum Qahtani dan Asiri sangatlah kecil. Sampai sekarang pun, Riyadh tidak melakukan apa pun terhadap dua sosok tersebut. Mereka hanya dicopot dari jabatannya. Tapi, tidak ada pemeriksaan. Apalagi penahanan.

Qahtani memang tak menginjakkan kaki di Turki ketika pembunuhan terjadi. Tapi, dialah yang diduga memandu 15 pelaku di hari pembunuhan Khashoggi. Rekaman audio dan keterangan saksi mata menyebutkan bahwa para eksekutor itu melaporkan aksi mereka kepada Qahtani. Sedangkan peran Asiri diyakini hanya menjadi bumper agar penyidikan tidak mengarah kepada MBS.

Sementara itu, Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS kian meyakini bahwa MBS adalah dalang di balik pembunuhan Khashoggi. Itu terjadi setelah mereka mendengar paparan Direktur CIA Gina Haspel tentang kasus yang menyedot perhatian dunia tersebut.

Selasa (4/12) Haspel membagikan informasi yang diketahuinya soal pembunuhan Khashoggi. Bulan lalu dia mendengar langsung rekaman audio pembunuhan. Di hadapan para senator, dia menegaskan bahwa peluang MBS tidak tahu tentang pembunuhan pada 2 Oktober itu nihil alias tidak mungkin.

’’Anda harus sengaja pura-pura buta agar tidak menyimpulkan bahwa kejahatan itu tidak direncanakan oleh orang-orang MBS,’’ tegas Lindsey Graham, senator Partai Republik.

Senat menyerukan agar pemerintahan Trump mereaksi tegas temuan Haspel yang telah disampaikan di hadapan para senator tersebut. Senat berharap AS menindak Saudi sekaligus mencabut dukungan terhadap Saudi dalam Perang Yaman. Tapi, mengegolkan permintaan itu tidaklah mudah. Sebab, Trump memilih tetap bersekutu dengan Saudi.

’’Seseorang harus dihukum. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana memisahkan putra mahkota Saudi dan kelompoknya dari negaranya?’’ tegas Richard Shelby, senator Partai Republik. Dia setuju MBS terlibat, tapi juga tak mau hubungan dengan Saudi renggang. Bagaimanapun, Saudi membuat AS kaya raya lewat transaksi senjata. 

(sha/c19/hep)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up