JawaPos Radar

Trump Sangkal Kabar Ia Ingin Bunuh Presiden Syria

06/09/2018, 16:10 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
assad
Presiden AS Donald Trump membantah kalau dia ingin membunuh Presiden Syria Bashar Al Assad, klaim utama dalam sebuah buku baru oleh wartawan terkenal Washington Post, Bob Woodward. Menurutnya itu hanya karangan semata (Reuters)
Share this image

JawaPos.com - Presiden AS Donald Trump membantah kalau dia ingin membunuh Presiden Syria Bashar Al Assad, klaim utama dalam sebuah buku baru oleh wartawan terkenal Washington Post, Bob Woodward. Menurutnya itu hanya karangan semata.

"Pernyataan itu bahkan tidak pernah terpikirkan," kata Trump kepada wartawan di Kantor Oval pada hari Rabu ketika dia bertemu dengan pihak Kuwait.

Menurut buku berjudul 'Fear' karya Woodward, Trump ingin militer AS untuk pergi ke Syria dan membunuh Assad setelah Pemerintah Syria dilaporkan melakukan serangan kimia pada April 2017. "Mari kita bunuh dia! Mari kita masuk. Mari kita bunuh mereka," kata Trump menurut buku Woodward.

assad
Trump juga menanggapi buku Fear, ia menyebut kutipan dalam buku dibuat oleh penipuan, penipuan pada publik (AFP)

Serangan kimia itu, yang secara luas disalahkan atas pasukan yang setia kepada pemerintah Syria, dilakukan di kota Khan Sheikhoun, menewaskan lebih dari 80 orang.

Menteri Pertahanan James Mattis mengatakan Pentagon tak segera mengeksekusi setelah Trump mengajukan permintaannya, menurut Woodward. "Kami tidak akan melakukan semua itu. Kami akan jauh lebih mempertimbangkannya," kata Mattis menurut buku Woodward.

Alih-alih menargetkan Assad secara pribadi, Pentagon menyusun rencana untuk serangan udara untuk mengambil infrastruktur militer Syria. Menyusul serangan tersebut pada 7 April 2017, Trump memuji militer AS, mengatakan personil militer mewakili Amerika Serikat dan dunia dengan sangat baik.

Dalam tanggapan resmi atas tuduhan itu, Mattis menyebut kutipan yang digunakan dalam buku Woodward fiksi dan produk dari imajinasi kaya seseorang. "Dalam melayani di pemerintahan ini, gagasan bahwa saya akan menunjukkan penghinaan untuk panglima terpilih, Presiden Trump, atau mentolerir ketidakhormatan terhadap kantor presiden dari dalam Departemen Pertahanan kami, adalah produk dari imajinasi kaya seseorang.”

Trump juga menanggapi buku itu, menyebut kutipan dalam buku dibuat oleh penipuan, penipuan pada publik. "Buku itu tidak ada artinya. Ini karya fiksi," katanya.

Ketika ditanya tentang tuduhan tersebut, Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley membantah pernah mendengar ancaman yang dibuat oleh Trump terhadap al-Assad. "Saya belum pernah mendengar presiden berbicara tentang pembunuhan Assad," kata Haley kepada koresponden Al Jazeera, James Bays.

Pemerintah Syria selalu membantah terlibat dalam serangan kimia, tetapi panel independen Perserikatan Bangsa-Bangsa menyimpulkan bahwa serangan itu dilakukan oleh pasukan Assad.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up