alexametrics

Rusia Tuding Ukraina Lakukan Penyiksaan terhadap Tawanan Perang

6 Juli 2022, 23:00:48 WIB

JawaPos.com – Rusia menuding Ukraina menyiksa para tawanan perang. Hal itu terungkap pasca pertukaran tawanan yang berlangsung pekan lalu. Ada 144 tawanan perang dari masing-masing pihak yang dipulangkan. Itu merupakan pertukaran tawanan terbesar sejak invasi Rusia ke Ukraina 24 Februari lalu.

Dalam paparannya, Komite Investigasi Rusia menyebutkan banyak fakta yang menunjukkan bahwa Ukraina telah memperlakukan tawanan perang dengan cara yang tidak manusiawi. Salah seorang tentara mengaku diobati tim medis Ukraina tanpa dibius lebih dulu. Dia juga dipukuli dan disiksa dengan sengatan listrik selama ditawan.

Ada pula tentara yang mengaku dibiarkan tidak makan dan minum selama berhari-hari. Tentara yang diamputasi kakinya bersaksi bahwa dia telah dipukuli dan tim medis Ukraina menertawakan lukanya. ’’Kesaksian tentara Rusia yang dibebaskan itu adalah contoh pelanggaran Konvensi Jenewa atas tahanan perang.’’ Demikian bunyi pernyataan Komite Investigasi Rusia, seperti dikutip Agence France-Presse.

Ukraina belum mengomentari tudingan tersebut. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky masih sibuk dengan konferensi pembangunan kembali negaranya. Acara yang berpusat di Swiss itu mengundang perhatian dunia. Biaya yang dipaparkan Zelensky untuk membangun kembali Ukraina mencapai USD 750 miliar atau setara Rp 11,27 kuadriliun.

Biaya itu memang besar. Sebab, kalaupun Ukraina mampu bertahan dari serangan Rusia, kerusakan yang mereka derita luar biasa masif. Kota-kota yang menjadi medan perang luluh lantak dan tak bisa dikenali lagi. Ada lebih dari 1.200 lembaga pendidikan dan 200 rumah sakit yang hancur. Pun demikian dengan ribuan kilometer jaringan pipa gas, air, listrik, jalan, dan kereta api.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (sha/c18/hep)

Saksikan video menarik berikut ini: