alexametrics

Rusia Belum Puas, Usai Rebut Luhansk, Kini Incar Wilayah Donetsk

6 Juli 2022, 11:18:13 WIB

JawaPos.com – Pasukan Rusia terlibat dalam pertempuran sengit dan bergerak menuju wilayah Donetsk setelah merebut dua kota terakhir di wilayah Luhansk. Gubernur Luhansk Serhiy Gaidai mengatakan pada Selasa (5/7) pasukan Rusia mengalami kekalahan besar saat merebut kota Sievierodonetsk dan Lysychansk, tetapi terus bergerak ke arah selatan.

Semua tentara dan pasukan cadangan Rusia telah diarahkan ke pinggiran Luhansk. Hal ini dikatakan Gaidai di televisi Ukraina.

“Sejumlah besar peralatan sedang digerakkan ke wilayah Donetsk. Tentu, setelah wilayah Luhansk, Donetsk menjadi target utama mereka,” katanya. Reuters tidak bisa memverifikasi pernyataan Gadai tentang kemajuan Rusia.

Usai gagal merebut Ibu Kota Kiev di awal invasi, Rusia telah menggerakkan kekuatannya ke Donbas, wilayah industri Ukraina yang mencakup Luhansk dan Donetsk. Kelompok-kelompok separatis pro Rusia telah menguasai sejumlah kantong di kedua wilayah itu sejak 2014. Pada malam sebelum merangsek ke Ukraina akhir Februari 2022, Moskow mengakui dua republik rakyat sebagai negara merdeka di sana. Moskow pada Minggu (3/7) mengklaim pembebasan seluruh wilayah Luhansk.

Beberapa pengamat mengatakan Rusia mengerahkan lebih dari separo kekuatan tempurnya untuk merebut Luhansk. Ukraina masih mempertahankan sebagian besar wilayah Donetsk dan kemenangan di sana akan membuat Rusia mengendalikan kota-kota industri besar, seperti Bakhmut, Sloviansk, dan Kramatorsk.

Gaidai mengatakan kekalahan yang dialami Rusia dalam pertempuran begitu parah, sehingga mereka tidak membawa semua tentara yang terluka. Rumah-rumah sakit penuh, begitu pula kamar-kamar mayat.

Menurut Gadai, tentara Ukraina telah menghancurkan depot senjata dan bahan bakar milik Rusia yang jauh dari lokasi pertempuran. “Jadi dapat kami perkirakan mereka harus jeda di beberapa lokasi,” katanya.

Gadai mengatakan sekitar 15.000 penduduk masih tinggal di Lysychansk, daerah yang memiliki kilang minyak, dan pasukan Rusia terlibat dalam pertempuran dengan penduduk setempat. “Mereka mencari warga pro Ukraina, mereka berkomplot dengan kolaborator, mereka mengetahui apartemen yang ditinggali tentara,” kata Gaidai. “Semuanya dihancurkan. Seluruh koleksi buku dalam bahasa Ukraina,” pungkas Gaidai.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini: