Presiden Meksiko Terpilih Bersumpah akan Terus Keras Kepala

06/07/2018, 22:39 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Obrador malah bersumpah untuk tetap sebagai pribadi yang keras kepala untuk berjuang melakukan perubahan yang banyak dituntut masyarakat Meksiko pada pemilihan tahun ini (Proceso)
Share this

JawaPos.com - Jika setiap pemimpin di dunia dikenal dengan imej yang berwibawa, otoriter hingga merakyat. Lain halnya dengan Presiden terpilih Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador. Dia memutuskan untuk tetap lekat dengan sifatnya yang dikenal keras kepala.

Keras kepala adalah salah satu dari banyak cemooh yang dilemparkan kepada veteran sayap kiri yang berhasil menyapu kemenangan dalam pemilihan Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador pada Minggu, (1/7) seperti dilansir The Newpaper beberapa waktu lalu. Namun bukannya marah, dia malah menganggap itu sebagai pujian.

Obrador malah bersumpah untuk tetap sebagai pribadi yang keras kepala untuk berjuang melakukan perubahan yang banyak dituntut masyarakat Meksiko pada pemilihan tahun ini. "Saya keras kepala, ini adalah fakta yang sudah diketahui dengan baik. Dengan keyakinan yang sama saya akan bertindak sebagai presiden yang keras kepala, gigih, dan bersikap gila untuk memberantas korupsi," katanya.

Bahkan orang-orang yang dekat dengannya dapat menjamin hal tersebut. Salah seorang pendukungnya, mengatakan bahwa Obrador merupakan salah satu tokoh yang paling memecah belah politik Meksiko. Para kritikus membencinya sekuat para penggemarnya mencintainya.

Namun, janji-janjinya untuk memperjuangkan perubahan radikal di Meksiko bekerja di negara yang dipenuhi skandal korupsi yang nampaknya tak ada habisnya dan perang yang sarat kekerasan karena narkoba. Menurut sebuah jejak pendapat, mantan Walikota Meksiko tersebut memenangkan pemungutan suara dengan selisih yang besar yang otomatis membuat saingannya harus mengakui kekalahan.

Serangan berapi-api Obrador akan mafia kekuasaan kemudian berhasil menyingkirkan dua partai yang memerintah Meksiko selama hampir satu abad yaitu Partai Revolusioner Institusional (PRI) dan Partai Aksi Nasional (PAN).

(trz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi