JawaPos Radar

Menang Banyak, Reporter Pria Dicium Perempuan Saat Siaran

06/07/2018, 05:00 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Menang Banyak, Reporter Pria Dicium Perempuan Saat Siaran
Reporter pria dicium perempuan saat siaran live Piala Dunia (MBN)
Share this image

JawaPos.com - Pengguna media sosial di Tiongkok memperdebatkan mengenai perlakuan yang diterima seorang reporter laki-laki Korea Selatan (Korsel) yang dicium oleh perempuan Rusia selama Piala Dunia. Mereka berdebat apakah ciuman perempuan tersebut kepada pria Korsel itu termasuk ke dalam pelecehan seksual. Namun ada juga yang menilai pria itu menang banyak alias beruntung dicium perempuan.

Sebuah klip video menunjukkan seorang reporter pria, Jeon Gwang Ryeol sedang siaran live TV Korsel. Lalu tiba-tiba seorang perempuan Rusia langsung mencium pipi Jeon sebanyak dua kali pada 28 Juni lalu, seperti dilansir BBC pada Rabu, (4/7).

Reporter tersebut kemudian mencoba tertawa namun tampak canggung setelah insiden tersebut. Beberapa hari sebelumnya, penggemar sepakbola lain dikritik karena mencoba mencium seorang reporter perempuan secara langsung di TV.

Menang Banyak, Reporter Pria Dicium Perempuan Saat Siaran
Reporter pria dicium perempuan saat siaran langsung (MBN)

Perdebatan tentang insiden tersebut kemudian muncul di Weibo yang merupakan situs jejaring sosial terbesar di Tiongkok. Para pengguna Weibo bertanya-tanya mengapa tindakan penggemar sepakbola perempuan Rusia tersebut tidak mendapat kritik padahal melakukan hal yang sama seperti rekan-rekan lelaki mereka. Hal tersebut sontak mengurai banyak kritik dari netizen di Weibo dengan berbagai komentar.

"Ini sangat kontras dengan berita sebelumnya," kata salah satu pengguna Weibo. "Mengapa ini bukan pelecehan seksual?," tanya pengguna Weibo yang lain.

Bahkan seorang netizen dengan sinis menuliskan, jika orang tampan dicium tidak disebut sebagai pelecehan seksual. Dan masih banyak lagi komentar mengenai insiden tersebut.

Menurut mereka, perbedaan perlakuan mengenai insiden tersebut menunjukkan masih adanya perbedaan dan ketidaksetaraan antara lelaki dan perempuan. Selain itu, beberapa pengguna masih menggunakan istilah kecantikan ketika mengacu pada perempuan.

Sementara itu, lain halnya dengan di Tiongkok di Korsel sendiri insiden tersebut tidak menarik banyak perhatian karena hanya MBN dan media afiliansinya yang meliput Piala Dunia di Rusia.

(trz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up